Lampung Diguncang Dua Gempa Tektonik, Ini Sebabnya
Kejadian pertama berlangsungpukul 11.18.21 WIB dengan magnitudo M5,3 [parameter update M5,2].Gempa kedua terjadi pukul 11.30.54 WIB dengan magnitudo M5,5 [parameter update M5,3].
Kejadian pertama berlangsungpukul 11.18.21 WIB dengan magnitudo M5,3 [parameter update M5,2].Gempa kedua terjadi pukul 11.30.54 WIB dengan magnitudo M5,5 [parameter update M5,3].
Gempa bumi dengan parameter sementara berkekuatan 5,5 menerjang dekat Lampung.
Badan Standardisasi Nasional (BSN) menetapkan Standar Nasional Indonesia (SNI) 1726:2019 tata cara perencanaan ketahanan gempa untuk struktur bangunan gedung dan nongedung, yang penting guna perencanaan konstruksi bangunan tahan gempa sehingga meminimalisasi kerugian dan korban jiwa.
Menurutnya, hingga saat ini belum ada sains dan teknologi yang dapat didedikasikan untuk memprediksi dengan tepat dan akurat kapan dan dimana serta berapa kekuatan atau magnitudo gempa akan terjadi.
Selama periode 1 hingga 31 Januari 2021, terjadi peningkatan aktivitas gempa tektonik di wilayah Indonesia.
Kepala Mitigasi Gempa dan Tsunami BMKG Daryono mengatakan, saat terdengar bunyi dentuman Lampung, sensor seismic BMKG mencatat beberapa anomali event.
Lokasi gempa berjarak 20 km Barat Laut Pesisir Barat Lampung, 35 km Barat Daya Lampung Barat, 58 km Barat Daya Ogan Komering Ulu Selatan, Sumsel.
Total kerugian akibat bencana gempa bumi di Kabupaten Majene dan Mamuju, Sulawesi Barat per 26 Januari 2021 mencapai Rp829,1 miliar.
Gempa dahsyat itu disebutkan karena dipicu oleh sesar aktif Lembang yang akan naik di 2021 ini.
Lempeng Laut Filipina yang menyebabkan gempa bermagnitudo 7,0 pada Kamis (21/1/2021) pukul 19.23 WIB adalah zona subduksi aktif dengan magnitudo tertarget 8,2.