Usai Gempa, Sejumlah Masjid di NTB Dirobohkan karena Berbahaya
Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, segera merobohkan sejumlah masjid yang terindikasi berbahaya akibat gempa bumi.
Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, segera merobohkan sejumlah masjid yang terindikasi berbahaya akibat gempa bumi.
Berdasarkan data di laman BMKG, pada Kamis subuh (13/9/2018) pukul 04.49 WIB, gempa dengan kekuatan 3,8 Skala Richter (SR) mengguncang wilayah Lombok.
Pemerintah Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, menyiapkan anggaran Rp1 miliar untuk membangun hunian sementara bagi sekitar 1.500 kepala keluarga yang kehilangan rumahnya akibat gempa bumi.
Distribusi kebutuhan pokok bagi para pengungsi dan warga yang membutuhkan pascagempa di Nusa Tenggara Barat berjalan dengan relatif lancar. Hal itu dijamin oleh Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita.
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) memberikan tunjangan khusus kepada 5.298 guru berstatus pegawai negeri sipil dan non-PNS yang terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Barat (NTB).
Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, memperkirakan nilai kerugian akibat gempa bumi berkekuatan 7 Skala Richter yang terjadi pada 5 dan 19 Agustus mencapai Rp4,1 triliun.
Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, mengatakan total bantuan untuk 5.293 KK yang rumahnya rusak berat sebanyak Rp264 miliar.
PT Pos Indonesia (Persero) sejak diluncurkannya program Pos Peduli Gempa Pulau Lombok tanggal 8 Agustus 2018, telah menerima lebih dari 3.000 ton kiriman.
Kemiskinan dan pengangguran diprediksi bakal meningkat di Pulau Lombok pasca-diguncang gempa bumi berkali-kali.
Salah seorang relawan yang tergabung dalam Mahasiswa Pencinta Alam (Mapala) UNISI UII meninggal saat melakukan tugas kemanusiaan di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). Ia meninggal diduga karena terkena serangan jantung.