Gempa Lombok 7,0 SR Terasa Bergelombang
Warga yang tinggal di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat merasakan gempa berkekuatan 7,0 Skala Richter pada Minggu (5/8/2018) malam, seperti bergelombang.
Warga yang tinggal di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat merasakan gempa berkekuatan 7,0 Skala Richter pada Minggu (5/8/2018) malam, seperti bergelombang.
Saat terjadi gempa bumi berkekuatan 7,0 Skala Richter (SR) pada pukul 19.46 Wita di Lombok Utara, warga melihat kilauan cahaya berwarna hijau dari langit arah utara Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat.
Lombok berada pada status waspada tsunami. Hal ini menyusul dikeluarkannya peringatan dini tsunami pascagempa bumi berkekuatan 7.0 SR mengguncang Nusa Tenggara Barat (NTB) pada Minggu (5/8/2018) pukul 18.46 WIB.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mendeteksi terjadinya tsunami akibat gempa berkekuatan 7,0 SR yang mengguncang Lombok Utara.
Wilayah Lombok Utara kembali diguncang gempa besar berkekuatan hingga 7,0 skala Richter (SR). Gempa yang terjadi sekira pukul 18.36 WIB ini berpotensi menimbulkan gelombang tsunami.
Gempa bumi 7,0 skala Richter (SR) yang mengguncang Lombok Utara, NTB berpotensi Tsunami. Hal itu diungkapkan Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho.
Sejumlah warga di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, dilaporkan pingsan akibat dikejutkan gempa bumi berkekuatan 7,0 Skala Richter, Minggu (5/8/2018), pukul 18.46 Wita.n n
Setelah diguncang 6,8 skala Richter (SR), Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB) kembali diguncang gempa dahsyat sebesar 7,0 Skala Richter.
Gempa bumi tektonik berkekuatan 5,2 Skala Richter BMKG di Provinsi Nusa Tenggara Timur, Minggu (5/8/2018). Gempa yang terjadi tidak berpotensi tsunami.
Jumlah korban meninggal dunia akibat gempa bumi yang terjadi di Nusa Tenggara Barat (NTB) bertambah menjadi 20 orang. Hal itu berdasarkan data sementara yang dicatat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Nusa Tenggara Barat.