Sinkronisasi Kebijakan Diperlukan untuk Penanggulangan Bencana
Komisi A DPRD DIY mengingatkan pentingnya sinkronisasi kebijakan dari level kabupaten/kota hingga provinsi untuk penanganan benacan di wilayah DIY.
Komisi A DPRD DIY mengingatkan pentingnya sinkronisasi kebijakan dari level kabupaten/kota hingga provinsi untuk penanganan benacan di wilayah DIY.
Kalurahan Sendangrejo, Kapanewon Minggir, Sleman kini telah resmi memiliki Kalurahan Tangguh Bencana (Kaltana). Pengukuhan berlangsung pada Sabtu (3/4/2021) dengan diawali gladi posko penanggulangan bencana angin kencang.
Memperkuat upaya pengurangan risiko dan mitigasi bencana, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY kembali mengukuhkan Desa Tangguh Bencana (Destana) di Kalurahan Sumberahayu, Kapanewon Moyudan, Sleman.
Balai Rehabilitasi Sosial dan Pengasuhan Anak (BRSPA) Dinas Sosial (Dinsos) DIY menggelar dua kali simulasi evakuasi anak asuh menghadapi bencana erupsi Gunung Merapi. Proses evakuasi anak asuh tetap menerapkan protokol kesehatan.
Desa Tangguh Bencana Inisiasi BPBD DIY terus memberikan dampak positif. Berbagai pelatihan dan pendamping terhadap desa-desa agar menjadi tangguh dalam berbagai bencana kini juga diadaptasi warga dalam tanggap darurat Covid-19.
Kementerian Sosial menetapkan Kawasan Siaga Bencana (KwSB) di Kulonprogo tepatnya di Temon, Galur, Panjatan dan Karangwuni karena memang kawasan tersebut termasuk rawan.
Penanganan bencana di masa pandemi Covid-19 harus pula memutus rantai penularan Covid-19 di masyarakat. BPBD Sleman saat ini menyiapkan rencana gladi lapangan penanganan bencana sesuai protokol kesehatan.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul berencana akan menambah 9 desa tangguh bencana (Destana) untuk tahun 2020. Hingga saat ini, sudah ada sebanyak 56 Destana yang tersebar diseluruh wilayah Gunungkidul.
Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DIY menyiapkan sebanyak 250 sukarelawan yang siap diterjunkan untuk membantu menangani bencana di wilayah DIY.
Dusun Margirejo, Ngalang merupakan salah satu wilayah di Kecamatan Gedangsari, Kabupaten Gunungkidul yang rawan longsor. Warga pun sering khawatir saat terjadi hujan deras karena ancaman longsor semakin meningkat.