Jokowi Minta Edukasi Kebencanaan Terus Diberikan kepada Masyarakat
Presiden Joko Widodo menyatakan edukasi kebencanaan harus terus diberikan mengingat besarnya potensi gempa bumi di Indonesia.
Presiden Joko Widodo menyatakan edukasi kebencanaan harus terus diberikan mengingat besarnya potensi gempa bumi di Indonesia.
Delegasi dari Kota Kagoshima, Jepang bertukar pengalaman soal mitigasi bencana gunung berapi dengan Pemkab Sleman.
Tim Ekspedisi Destana Tsunami Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah bergeser menuju sisi barat pesisir Gunungkidul, Jumat (26/7/2019).
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY, Biwara Yuswantana, megathrust dengan magnitudo 8,8 yang akan menimbulkan tsunami besar di perairan selatan Jawa bukanlah sebuah prediksi, melainkan potensi. “Jadi penggunaan istilah harus tepat. Ada perbedaan antara prediksi dengan potensi,” katanya di Media Center Pemda DIY, Selasa (23/7/2019).
Pemkab Kulonprogo siap tambah dua desa tangguh bencana (destana) baru. Pembentukan Destana akan dikejar dari Juli ini sampai September.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman, Joko Supriyanto, menyatakan Kabupaten Sleman hingga pertengahan tahun 2019 ini telah memiliki 8.318 orang terlatih dalam hal penanganan bencana.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul mendapatkan hibah bantuan alat pencatat gempa dari Jepang. Diharapkan dengan alat ini dapat memberikan informasi terkait dengan titik pusat dan kekuatan gempa yang bersumber dari wilayah di Bumi Handayani.
Sebanyak 300 pegawai di kompleks Kantor Pemerintahan Kabupaten Kulonprogo mengikuti simulasi evakuasi bencana gempa bumi, Jumat (26/4/2019). Kegiatan itu untuk memperingati Hari Kesiapsiagaan Bencana 2019 sekaligus bentuk pelaksanaan instruksi Gubernur DIY dan BNPB agar para pegawai memahami tata cara penanggulangan bencana.
Akademi Relawan Indonesia (ARI) memberikan pelatihan dan simulasi siaga bencana kepada seluruh siswa SMAN 1 Depok, Sleman, untuk memperingati Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional, Jumat (26/4/2019).
Tepat pukul 09.00 WIB sirine berbunyi, ratusan siswa kelas X dan XI SMA Muhammadiyah 2 (Muha) Jogja berlarian menyelamatkan diri. Mereka yang berada di lantai atas pun segera turun melewati jalur evakuasi yang sudah ditentukan. Pagi itu, Kamis (26/4/2019) merupakan kegiatan simulasi bencana gempa di sekolah tersebut dalam rangka memperingati hari kesiapsiagaan bencana.