Rambu Jalur Evakuasi dari Tsunami di Bantul Belum Ideal
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul menyebut jumlah rambu jalur evakuasi tsunami yang saat ini ada di wilayahnya belum ideal.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul menyebut jumlah rambu jalur evakuasi tsunami yang saat ini ada di wilayahnya belum ideal.
Informasi tentang potensi gempa dan tsunami besar di pantai selatan Jawa memukul usaha kuliner. Sejumlah pengelola warung dan rumah makan di Pantai Depok, Bantul, mengaku resah dengan penurunan jumlah pengunjung dalam beberapa hari terakhir.
Pemerintah menyatakan penelitian ihwal potensi tsunami raksasa di Selatan Jawa bertujuan sebagai upaya mitigasi terhadap bencana.
Dalam penelitian Seismologi Institut Teknologi bandung (ITB) baru-baru ini, sepanjang pantai selatan Pulau Jawa dikabarkan memiliki potensi tsunami dengan ketinggian 20 meter. Meski tidak perlu panik, masyarakat diminta untuk tetap waspada dan menyiapkan upaya mitigasi.
Publik Tanah Air beberapa waktu terakhir dihebohkan dengan berita terkait potensi tsunami di Pantai Selatan Jawa. Informasi itu, bermula dari Peneliti Institut Teknologi Bandung (ITB) Sri Widiyantoro yang menjelaskan perihal risetnya tentang potensi gempa berkekuatan besar di selatan Pulau Jawa.
Kepala Pusat Penelitian Geoteknologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Eko Yulianto mengatakan gempa dan tsunami raksasa akan berulang di jalur-jalur tunjaman lempeng.
Warga pesisir di Kecamatan Leitimur Selatan, Kota Ambon, Provinsi Maluku, khawatir tsunami datang setelah melihat ribuan ikan mati dan terdampar di pantai sejak Sabtu (14/9/2019).
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) membangun dua radar tsunami di pesisir Selatan. Selain di Pantai Parangtritis, Bantul, DIY, bangunan yang sama juga dibangun di Pantai Keburuhan, Purworejo, Jateng.
Masyarakat Pesisir Selatan Kulonprogo mengaku sempat dibuat resah dengan informasi potensi gempa yang bisa menimbulkan tsunami. Namun, dengan adanya potensi bencana, tingkat waspada harus ditingkatkan dan langkah mitigasi terus dilakukan.
Tim Ekspedisi Desa Tangguh Bencana (Destana) Tsunami yang dilepas dari Banyuwangi memasuki wilayah Gunungkidul. Apa saja yang dilakukan untuk mengedukasi masyarakat dari bencana tsunami.