Koperasi Bisa Jadi Wadah Pengembangan UMKM
Inisiasi pengadaan pelatihan UMKM terus didorong DPRD Bantul. Selain keterampilan, keberadaan koperasi bagi UMKM pun menjadi salah satu perhatian DPRD Bantul.
Inisiasi pengadaan pelatihan UMKM terus didorong DPRD Bantul. Selain keterampilan, keberadaan koperasi bagi UMKM pun menjadi salah satu perhatian DPRD Bantul.
Puluhan nasabah Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Sejahtera Bersama menggeruduk kantor cabang di Jalan Sisingamangaraja, Kota Jogja, Senin (06/12/2021). Mereka berharap agar tabungan dapat segera dicairkan.
Rapat Anggota Tahunan (RAT) bisa menjadi ajang memperkuat pengembangan koperasi. Selain menjadi ruang pertanggungjawaban pengelola, RAT juga bisa menjadi tempat evaluasi kegiatan koperasi selama satu tahun. Menurut Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda DIY, Tri Saktiyana, RAT tidak melulu tentang pembagian sisa hasil usaha (SHU) koperasi. Apabila memang tidak ada SHU, atau bahkan minus, maka laporkan saja apa adanya.
Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Diskop UKM) DIY mendorong para pelaku dan pegiat transportasi online untuk bergabung dalam koperasi. Keberadaan koperasi menjadi penting untuk meningkatkan kesejahteraan anggota sekaligus memenuhi kebutuhan karena bentuknya yang berbasis ekonomi kerakyatan.
Dinas Koperasi dan UKM Gunungkidul terus melakukan monitoring terhadap koperasi yang mati suri. Langkah penyelematan juga dilakukan, tapi juga tidak menutup kemungkinan akan dibubarkan secara permanen.
Sejumlah nasabah Koperasi Simpan Pinjam SB kembali meminta agar pemerintah dalam hal ini Kementerian Koperasi membantunya untuk mencarikan dana yang belum bisa dicairkan.
Tak hanya pelaku UMKM, pelaku usaha yang bergerak di bidang koperasi juga merasakan manfaat saat mengikuti Koperasi-UKM Expo 2021 yang digelar Dinas Koperasi-UKM Sleman. Pameran yang digelar 28-31 Oktober di Hartono Mall ini diisi dengan berbagai kegiatan.
Anggota Koperasi Simpan Pinjam Sejahtera Bersama (KSP-SB) di DIY menuntut pengembalian uang simpanan mereka dengan nilai akumulasi mencapai Rp800 miliar.
Kementerian Koperasi dan UKM memastikan suntikan bantuan penguatan modal bagi koperasi serta pelaku UMKM di tengah pandemi Covid-19. Upaya tersebut mengingat tidak sedikit lembaga pembiayaan yang gagal mendorong UMKM untuk bisa naik kelas.
Kasus belum dibayarkannya hasil panena petani Nawungan yang mencapai Rp340 juta sisa oleh koperasi rekomendasi dari Dinas Pertanian Pangan Kelautan dan Perikanan (DP2KP) Bantul menjadi perhatian Bupati Bantul Abdul Halim Muslih. Ia mengimbau kepada para petani untuk berhati-hati saat bertransaksi. Agar kasus yang dialami oleh petani Nawungan tidak kembali terjadi.