Petani di Karangrejek Mulai Panen Padi Umur Pendek
Petani yang tergabung dalam Kelompok Tani (Poktan) Tirto Sari, Dusun Karangsari, Desa Karangrejek, Wonosari, mulai memanen padi varietas baru yang memiliki umur lebih pendek.
Petani yang tergabung dalam Kelompok Tani (Poktan) Tirto Sari, Dusun Karangsari, Desa Karangrejek, Wonosari, mulai memanen padi varietas baru yang memiliki umur lebih pendek.
Curah hujan yang cukup tinggi berpengaruh terhadap perkembangan organisme pengganggu tanaman (OPT) terutama padi. Untuk mengantisipasi meluasnya hama, Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Gunungkidul menginstruksikan kepada kelompok tani untuk bersama-sama menggencarkan gerakan pengendalian hama tanaman.
Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Gunungkidul menggelar sosialisasi pelayanan kredit usaha rakyat (KUR) bagi petani anggota kelompok tani (poktan) se-Gunungkidul di Aula DPP, Kamis (30/1/2020).
Petani di Dusun Karanggumuk, Desa Kemejing, Kecamatan Semin, resah karena lebih dari sepekan hujan tak kunjung turun. Kondisi ini diperkirakan akan mengganggu pertumbuhan tanaman padi yang ditanam petani.
Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Gunungkidul berharap para petani di Gunungkidul bisa menyikapi kebijakan Pemerintah Pusat yang memangkas alokasi pupuk bersubsidi tahun ini. Untuk menyiasati kekurangan pupuk, DPP meminta para petani menggunakan pupuk organik.
Serangan monyet ekor panjang (Macaca fascicularis) kian meresahkan warga di Desa Kepek, Kecamatan Saptosari. Lahan pertanian di puluhan dusun terancam rusak dan gagal panen akibat adanya serangan satwa liar ini.
Kelompok tani milenial di Desa Pampang, Kecamatan Paliyan, menggagas pembentukan Taman Edukasi Pertanian. Di kawasan ini pengunjung tidak hanya diajak bermain, tapi juga diajari tata cara menanam padi.
Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Gunungkidul mengklaim serangan ulat grayak terhadap tanaman jagung bisa dikendalikan. Meski demikian, untuk kesuburan tanaman para petani diminta untuk terus memantau dan merawat tanaman secara rutin.
Musim tanam padi, jagung dan kedelai di periode pertama 2019/2020 telah selesai di akhir 2019. Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Gunungkidul mencatat hasil akhir lahan tambah tanam (LTT) padi seluas 49.569 hektare (ha) atau 101,47%; jagung 45.044 ha atau 98.02%; dan kedelai 505 ha atau 67.33 % dari target.
Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Gunungkidul memiliki target masa tanam pertama untuk padi bisa rampung di pengujung 2019. Saat ini DPP terus memantau ke lapangan guna memberikan arahan dan informasi kepada para petani dalam upaya mempercepat masa tanam padi di pekan terakhir Desember.