Cegah Alih Fungsi Lahan, Zona Inti Pangan Gunungkidul Diperluas
Zona inti pangan di Gunungkidul akan bertambah luas. Rancangan ini terlihat dalam usulan kajian Perda No.6/2011 tentang Rencana Tata Ruang dan Wilayah (RTRW).
Zona inti pangan di Gunungkidul akan bertambah luas. Rancangan ini terlihat dalam usulan kajian Perda No.6/2011 tentang Rencana Tata Ruang dan Wilayah (RTRW).
Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Tani Manunggal Dusun Wediutah, Desa Ngeposari, Kecamatan Semanu, mampu menaikkan air dari Sungai Greneng untuk pasokan air irigasi persawahan. Dampaknya, kini petani tidak lagi butuh jeriken untuk mengambil air untuk menyirami tanaman.
Petani di Dusun Karangduwet II, Desa Karangrejek, Kecamatan Wonosari, tetap mempertahakan sistem pertanian dengan model tumpangsari. Selain pemanfaatan lahan lebih efektif, upaya pemeliharaan dinilai lebih hemat.
Kementerian Pertanian (Kementan) mengenalkan varietas padi untuk mencegah stunting pada ibu hamil. Stunting adalah kondisi badan anak yang jauh lebih pendek dibandingkan tinggi badan anak seusianya.
Petani tembakau di Gunungkidul berharap harga tembakau dapat terus stabil. Pasalnya, komoditas ini menjadi salah satu tumpuan hidup saat musim kemarau.
Di tengah musim kemarau yang menyebabkan ribuan hektare tanaman padi puso, petani jagung di Desa Kedungranti, Kecamatan Nglipar, justru meraup untung dengan hasil panen yang melimpah.
Petani di Kabupaten Gunungkidul mulai panen singkong. Sejumlah petani menilai, musim kemarau yang datang lebih awal berpengaruh terhadap hasil panen.
Musim kering yang terjadi saat ini tidak berpengaruh terhadap tanaman padi milik warga di Dusun Sambeng II, Desa Sambirejo, Kecamatan Ngawen. Para petani masih bisa memanen padi karena adanya pasokan air dari Sumber Sentul yang lokasinya tak jauh dari area lahan pertanian warga.
Petani di Dusun Bendo, Desa Sumberejo, Kecamatan Semin, memanfaatkan lahan untuk ditanami bawang merah. Komoditas ini dinilai lebih menguntungkan ketimbang menanam jagung maupun kedelai.
Sejumlah petani di Dusun Ngrahu, Desa Sumberejo, Kecamatan Semin, memanfaatkan tanaman padi yang mengering untuk pakan ternak. Di masa tanam kedua ini, padi gagal panen alias puso karena minimnya pasokan air untuk pemeliharaan.