Ini Cara Petani Gunungkidul Membuat Tanaman Tetap Segar di Musim Kemarau..
Memasuki musim kemarau para petani hanya melakukan penyiraman tanaman satu kali dalam satu hari.
Memasuki musim kemarau para petani hanya melakukan penyiraman tanaman satu kali dalam satu hari.
Inovasi di bidang pertanian terus berkembang dan sudah masuk ke wilayah Gunungkidul. Salah satunya inovasi green house untuk tanaman hortikultura mulai dari buah-buahan hingga sayur-mayur.
Lahan pertanian di Bumi Handayani terancam kekeringan sebagai dampak menghilangnya hujan pada bulan ini. Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Gunungkidul mulai mendata lahan yang berpotensi mengalami kekeringan. Meski demikian, hingga saat ini belum ada laporan terkait dengan lahan terdampak.
Dusun Trowono A dan Trowono B, Desa Karangasem, Kecamatan Paliyan diajarkan bercocok tanam jahe merah. Program tersebut merupakan program desa vokasi yang diinisiasi oleh Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Gunungkidul melalui Sanggar Kegiatan Belajar (SKB).
Kelompok Tani Sedyo Maju Dusun Sri Koyo, Desa Bleberan, Kecamatan Playen, mulai panen kedelai budi daya tahan naungan (budena). Jenis kedelai yang ditanam ini mampu menghasilkan hasil panen 3,1 ton biji kering per hektare, lebih banyak jika dibandingkan dengan kedelai varietas Anjasmoro yang hanya menghasilkan kedelai 2,1 ton per hektar.
Kondisi geografis di Kabupaten Gunungkidul tidak cocok untuk ditanami bawang putih. Lantaran, karakteristik tanaman bawang putih lebih cocok untuk ditanam di dataran tinggi.
Sawah yang berada di daerah tadah hujan rawan terkena banjir saat musim hujan seperti sekarang ini. Pasalnya, di area tersebut tidak ada air irigasi untuk mengairi persawahan.
Memasuki masa panen dan masa tanam kedua, serangan monyet ekor panjang kembali mengganas. Di Kecamatan Purwosari, 10 hektare tanaman pangan ludes dijarah monyet. Di Kecamatan Gedangsari dan Paliyan, warga harus berjibaku di ladang demi mengusir monyet yang sewaktu-waktu datang menyerbu.
Petani di Gunungkidul berharap harga jagung bisa terus stabil. Pasalnya, jika harga naik turun maka petani akan rugi. Flukutasi harga jagung terlihat dalam beberapa pekan terakhir. Sebagai contoh pekan lalu harga jagung pipil berada di kisaran Rp5.000 per kilogram, sedangkan pada Senin (18/2/2019) turun menjadi Rp3.500 per kilogram.
Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Gunungkidul memastikan jatah pupuk bersubsidi tahun ini berkurang. Meski ada pengurangan, diharapkan proses distribusi bisa lebih lancar dibandingkan dengan penyaluran pada 2018.