ACT Craft Pilih Perca Lurik Jadi Aksesori Etnik
Berbicara Jogja, pasti berbicara budaya. Itulah pernyataan yang selalu menjadi jawaban Ari Dwi Prasetya Kurniawati, 31, saat ditanya latar belakang bisnis kreatif yang digelutinya.
Berbicara Jogja, pasti berbicara budaya. Itulah pernyataan yang selalu menjadi jawaban Ari Dwi Prasetya Kurniawati, 31, saat ditanya latar belakang bisnis kreatif yang digelutinya.
Pelaku usaha kreatif di Jogja optimistis menyambut 2019. Bisnis kreatif diprediksi masih terus bertambah dan berkembang selama media sosial masih dimanfaatkan dengan baik dan tepat.
Perak menjadi salah satu logam mulia yang umum digunakan sebagai perhiasan. Jogja pun memiliki pusat kerajinan perak yang tertua dan masih menerapkan cara-cara tradisional untuk produksinya. Namun bagaimana jika cara produksi yang tradisional tersebut dikombinasikan dengan desain modern?
Sejumlah ibu-ibu bertekad menjadikan telur asin sebagai oleh-oleh khas Jogja. Pelatihan pembuatan telur asin diikuti puluhan ibu rumah tangga digelar di Sanggrahan, Purwomartani, Kalasan, Sleman, Kamis (27/12/2018).
Pascagempa Jogja 2006 silam, Christina Daniel Losong dan suami memutuskan hijrah dari Jakarta ke Gunungkidul. Di kampung halaman suami, Desa Putat, Kecamatan Patuk, Christina menggerakkan warga untuk mengolah potensi rerempahan dan tanaman herbal menjadi produk kecantikan spa bernilai ekspor tinggi.
Momen wisuda seringkali dirayakan dengan gempita. Jika memiliki kawan yang berhasil melampaui tahap ini, jauh-jauh hari kita tentu akan memikirkan kado apa yang tepat diberikan. Tak heran makin banyak jenis kado yang bisa dipilih, salah satunya paper quiling.
Bermula dari keinginan untuk mendanai penelitian secara mandiri, Dini dan Eric memulai bisnis Terracota. Mengusung tagline Make Gerabah Great Again, ada begitu banyak optimisme yang mereka selipkan dalam bisnis ini.
SOLO Presiden Joko Widodo akhirnya memutuskan mengeluarkan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dari kebijakan relaksasi daftar negatif investasi (DNI). Keputusan ini dinilai sebagai bentuk keberpihakan pemerintah terhadap kemajuan dunia usaha nasional.
Stagen biasanya digunakan perempuan untuk mengembalikan bentuk tubuh, khususnya di area perut setelah melahirkan. Kini fungsi stagen mulai digantikan korset yang lebih modern, sehingga kain tenun tradisional ini sudah sangat jarang dimanfaatkan. Melihat potensi stagen yang masih dibuat oleh sejumlah perajin di Kecamatan Moyudan, Sleman, Adam Amrullah mencoba mengubahnya menjadi produk yang lebih modis dan disukai anak muda seusianya.
Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Sleman mencatat tahun ini ada 15 Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) baru yang tumbuh. Pemkab terus mendorong peningkatan BUMDes di masing-masing desa karena belum semua desa paham akan pentingnya badan usaha di tingkat desa ini.