Nilai Jual Kekayaan Intelektual Lokal Akan Diperkuat
Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) bekerja sama dengan sejumlah pihak memperkuat nilai jual kekayaan intelektual (intellectual property/IP) lokal, agar mampu bersaing di tingkat global.
Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) bekerja sama dengan sejumlah pihak memperkuat nilai jual kekayaan intelektual (intellectual property/IP) lokal, agar mampu bersaing di tingkat global.
Untuk sebuah makanan, cita rasa adalah atribut utama yang menentukan makanan tersebut bisa diterima oleh lidah banyak orang atau tidak. Mempertahankan cita rasa lezat selama puluhan tahun, tidaklah mudah.
Rancangan Undang Undang (RUU) Ekonomi Kreatif yang sudah masuk Program Legislasi Nasional (Prolegnas) diharapkan mampu melindungi para pelaku bisnis kreatif di Tanah Air. Pasalnya masih ada banyak kendala yang dihadapi para pelaku bisnis tersebut. Baik dari segi permodalan hingga pemasaran.
Meski di era daring seperti saat ini berjualan semudah memotret produk dan mengunggahnya ke media sosial atau market place, berjualan offline juga perlu dilakukan. Ada trik dan teori khusus yang harusnya dipahami oleh para pelaku bisnis.
Alih-alih memanfaatkan biji kopi yang tak layak konsumsi atau defect, Yudhi Prasetyo mencoba mengekstraksi kopi tersebut menjadi beragam produk wewangian. Melalui brand Kopi Kreatif (KoKe) yang diawali dari produk aksesori, Yudhi terus berinovasi sambil mendorong pemberdayaan masyarakat dan petani kopi lokal.
Menjalani bisnis penjualan tanaman imut seperti kaktus dan sukulen tak semudah yang dibayangkan. Inovasi dan pengetahuan tentang tanaman sangat diperlukan.
Awalnya, gemas dengan model tas santai yang dijual mahal di salah satu distro, Nur Cholifah mencoba membuat tas dengan desain yang disesuaikan dengan karakternya dan lebih terjangkau. Iffa demikian biasa disapa, akhirnya menjajal peruntungannya lewat bisnis yang dirintisnya dengan modal awal sebagian uang kuliah pada 2015.
Bekraf meningkatkan kualitas para peracik kopi (barista) melalui serangkaian pelatihan. Selain untuk mengenalkan kopi nasional ke penjuru dunia, pelatihan diberikan untuk memberi nilai tambah ekonomi bagi para petani lokal.
Badan Kreatif Nasional (Bekraf) terus meningkatkan kualitas para peracik kopi (Barista) melalui serangkaian pelatihan. Selain untuk mengenalkan kopi nasional ke penjuru dunia, pelatihan diberikan untuk memberi nilai tambah ekonomi bagi para petani lokal.
Bisnis kopi yang kian marak membuat kopi-kopi daerah dikenal masyarakat luas. Misalnya Kopi Pacewetan dari dataran tinggi di Nawangan, Pacitan, Jawa Timur.