Siswa di Semarang Ditembak Polisi hingga Meninggal, Polri Pastikan Pengusutan Transparan
Polri memastikan penanganan kasus dugaan penembakan siswa oleh polisi di Semarang, Jawa Tengah berjalan transparan.
Polri memastikan penanganan kasus dugaan penembakan siswa oleh polisi di Semarang, Jawa Tengah berjalan transparan.
Kasus penembakan yang menewakan siswa SMK Negeri 4 Semarang, Jawa Tengah, berinisial GRO dipantau Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai.
Aksi keprihatinan atas peristiwa kematian GRO, siswa SMKN 4 Semarang, Jawa Tengah, yang diduga ditembak oknum polisi digelar di depan gerbang sekolah tersebut,
Wakil Ketua MPR RI Eddy Soeparno mendesak adanya pembinaan mental dan moral aparat penegak hukum khususnya kepolisian sebagai upaya berkelanjutan. Pernyataan it
Mabes Polri memberikan perhatian terhadap kasus penembakan diduga dilakukan anggota polisi terhadap siswa SMK N 4 Semarang berinisial GOR pada Minggu (24/11/202
Komnas HAM) meminta tindakan hukum ditegakkan jika memang benar-benar terjadi pelanggaran hukum dalam kasus siswa SMKN 4 Semarang.
Satu dari dua siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 4 Semarang yang menjadi korban penembakan polisi sudah diperbolehkan pulang dari rumah sakit (RS).
Tiga siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 4 Semarang diduga menjadi korban penembakan polisi. Ketiganya tercatat sebagai siswa yang aktif di sekolah.
Seorang siswa SMKN 4 Semarang berinisial GRO dikabarkan meninggal dunia setelah menjadi korban penembakan oknum polisi.
Seluruh anggota Polri yang terbukti dan terlibat dalam kejahatan lingkungan tambang ilegal harus dipecat dan dihukum