15 Kepala Keluarga Ikut Program Transmigrasi
Sedikitnya 15 kepala keluarga (KK) asal Gunungkidul bakal mengikuti program transmigrasi di tahun ini. Adapun tujuannya masih seputaran Pulau Kalimantan, Sulawesi dan Sumatra.
Sedikitnya 15 kepala keluarga (KK) asal Gunungkidul bakal mengikuti program transmigrasi di tahun ini. Adapun tujuannya masih seputaran Pulau Kalimantan, Sulawesi dan Sumatra.
Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Sleman Sutiasih mengatakan ada beberapa calon transmigran yang memilih mundur karena lokasi penempatan tidak sesuai harapan mereka.
Sebanyak 13 keluarga di Kabupaten Sleman bakal jadi transmigran tahun ini. Untuk tahun ini ada dua titik tujuan transmigrasi untuk Kabupaten Sleman, yakni di Provinsi Kalimantan Utara dan Sulawesi Barat.
Sebanyak 20 Kepala Keluarga (KK) asal Bantul segera diberangkatkan ke berbagai daerah dalam program transmigrasi.
Dengan akan dijadikannya Kalimantan sebagai ibukota negara, masyarakat Kulonprogo sudah mulai bertanya-tanya terkait program transmigrasi. Meski demikian, di tahun ini, tidak ada satu pun wilayah di Kalimantan yang menjadi tujuan transmigrasi bagi warga Kulonprogo.
Program transmigrasi yang dijalankan saat ini diharapkan mengarah pada kesejahteraan pendatang dan masyarakat tempatan.
Tahun ini Kabupaten Bantul hanya mendapat kuota transmigrasi sebanyak 20 KK. Jumlah itu dinilai tak sebanding dengan tingginya minat warga Bumi Projotamansari untuk mengikuti program transmigrasi.
Jumlah keluarga transmigran yang diberangkatkan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) tahun ini berkurang. Jika sebelumnya ada 30 keluarga yang diberangkatkan, untuk tahun ini hanya ada 20 keluarga yang diberangkatkan oleh Pemkab Bantul.
Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kulonprogo membuka program transmigrasi untuk 15 kepala keluarga pada 2019 ini dengan menyasar empat lokasi penempatan transmigran.
Sebanyak 22 Kepala Keluarga (KK) diberangkatkan ke lokasi transmigrasi di Tanjung Buka SP.6B Bulungan Provinsi Kalimantan Utara, dari Bangsal Kepatihan, Selasa (25/9/2018). Para transmigran untuk pertama kalinya diberangkat dengan pesawat terbang.