10 Keluarga di Bantul Berangkat Transmigrasi ke Kaltim
Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Bantul memberangkat 10 Kepala Keluarga (KK) ke Bulungan, Kalimantan Timur, pada Senin (2/12/2019).
Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Bantul memberangkat 10 Kepala Keluarga (KK) ke Bulungan, Kalimantan Timur, pada Senin (2/12/2019).
Sebanyak empat kepala keluarga yang berisi 17 jiwa asal Kulonprogo akan menjalani hidup baru di Unit Pemukiman Transmigrasi (UPT) Saloandeang, Kecamatan Tobadak, Kabupaten Mamuju Tengah, Sulawesi Barat.
Sebanyak tiga kepala keluarga (KK) di Kulonprogo menjadi calon transmigran. Mereka akan diberangkatkan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kulonprogo menuju lokasi transmigrasi di Unit Pemukiman Transmigrasi (UPT) Raimuna, Kecamatan Maligano, Kabupaten Muna, Provinsi Sulawesi Tenggara, pada Rabu (30/10/2019) mendatang.
Sedikitnya 15 kepala keluarga (KK) asal Gunungkidul bakal mengikuti program transmigrasi di tahun ini. Adapun tujuannya masih seputaran Pulau Kalimantan, Sulawesi dan Sumatra.
Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Sleman Sutiasih mengatakan ada beberapa calon transmigran yang memilih mundur karena lokasi penempatan tidak sesuai harapan mereka.
Sebanyak 13 keluarga di Kabupaten Sleman bakal jadi transmigran tahun ini. Untuk tahun ini ada dua titik tujuan transmigrasi untuk Kabupaten Sleman, yakni di Provinsi Kalimantan Utara dan Sulawesi Barat.
Sebanyak 20 Kepala Keluarga (KK) asal Bantul segera diberangkatkan ke berbagai daerah dalam program transmigrasi.
Dengan akan dijadikannya Kalimantan sebagai ibukota negara, masyarakat Kulonprogo sudah mulai bertanya-tanya terkait program transmigrasi. Meski demikian, di tahun ini, tidak ada satu pun wilayah di Kalimantan yang menjadi tujuan transmigrasi bagi warga Kulonprogo.
Program transmigrasi yang dijalankan saat ini diharapkan mengarah pada kesejahteraan pendatang dan masyarakat tempatan.
Tahun ini Kabupaten Bantul hanya mendapat kuota transmigrasi sebanyak 20 KK. Jumlah itu dinilai tak sebanding dengan tingginya minat warga Bumi Projotamansari untuk mengikuti program transmigrasi.