Dampak Badai MANGKHUT, Jadi Penyebab Hujan Deras Mengguyur di Sejumlah Daerah
Badai Tropis "MANGKHUT" yang melanda Filipina ternyata juga berdampak pada kondisi cuaca di Indonesia.
Badai Tropis "MANGKHUT" yang melanda Filipina ternyata juga berdampak pada kondisi cuaca di Indonesia.
BMKG memprakirakan cuaca di sebagian besar wilayah di Tanah Air pada hari ini Jumat (14/9/2018), berawan.
Jelang peralihan musim dari kemarau ke penghujan (pancaroba) yang diprediksi terjadi mulai Oktober mendatang, sejumlah dampak perlu diwaspadai.
Berdasarkan prakiraan cuaca BMKG, cuaca pada siang hari ini umumnya cerah dan berawan. Hujan diperkirakan turun di wilayah Medan.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) DIY memprediksi akhir September ini mulai masuk musim pancaroba sebelum memasuki musim hujan pada November nanti.
Kepala Kelompok Data dan Informasi BMKG Stasiun Klimatologi DIY, Djoko Budiono menyebutkan musim hujan di DIY tahun ini akan terjadi pada November.
Wilayah Tempel Sleman mengalami hujan pertama pada musim hujan 2018 ini pada Kamis (6/9/2018) siang.
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengadakan sekolah lapangan nelayan. Sekolah ini sebagai bekal nelayan dalam memahami perubahan cuaca dan iklim.
DIY mengalami puncak suhu terendah pada minggu ini. Penurunan suhu diprediksi tidak akan terjadi lebih jauh. Sementara musim penghujan diprediksi jatuh pada bulan November namun masing-masing daerah akan berbeda-beda periodenya.
<p>Beberapa wilayah di Pulau Lombok dan Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB) dilanda kekeringan ekstrem karena hari tanpa hujan (HTH) lebih dari 60 hari.</p>