Beberapa Wilayah NTB Ini Diperkirakan Akan Dilanda Kekeringan Ekstrem
<p>Beberapa wilayah di Pulau Lombok dan Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB) dilanda kekeringan ekstrem karena hari tanpa hujan (HTH) lebih dari 60 hari.</p>
<p>Beberapa wilayah di Pulau Lombok dan Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB) dilanda kekeringan ekstrem karena hari tanpa hujan (HTH) lebih dari 60 hari.</p>
<p>Potensi gelombang dengan ketinggian empat hingga enam meter diprediksikan masih terjadi pada pekan awal Agustus 2018. Hal itu berdasarkan analisis Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Pusat.</p>
Kepala Kelompok Data dan Informasi BMKG DIY Djoko Budiyono mengatakan, beberapa daerah di Bantul seperti Imogiri, Jetis, Pajangan dan Pandak; Gunungkidul (Girisubo, Tajungsari dan Tepus); Kulonprogo (Galur, Lendah, Pengasih dan Temon), berpotensi mengalami kekeringan lebih dari 60 hari.
Saat ini Tokyo tengah direpotkan dengan gelombang panas. Panitia penyelenggara Olimpiade pun masih mencari cara untuk mengatasi panas di mana Olimpiade 2020 akan diselenggarakan dalam waktu dua tahun.
Suhu udara meningkat menjadi 41,1 derajat Celsius di kota bagian barat laut Tokyo pada Senin (23/7/2018), karea gelombang panas di Jepang yang menewaskan sedikitnya 23 orang dan membuat ribuan orang dirawat di rumah sakit dan belum tampak tanda membaik.
Sektor penerbangan belum terpengaruh dengan kondisi cuaca buruk ekstrem seperti yang dialami sektor pelayaran, meskipun tingkat kewaspadaan tetap terus dilakukan untuk menghindari kecelakaan. Hal itu diungkapkan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika memasang alat pengukur cuaca otomatis (Automatic Weather Station) untuk mendukung suksesnya penyelenggaraan pesta olahraga, Asian Games.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Yogyakarta menyebutkan suhu udara di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) beberapa hari terakhir mencapai titik terendah 18 derajat Celcius.
Dalam beberapa hari terakhir nelayan juga sudah mulai menepikan kapalnya.
Satlinmas Kulonprogo mengimbau wisatawan dan warga yang beraktivitas di sekitar kawasan pantai untuk waspada. Peringatan ini disampaikan menyusul terjadinya peningkatan tinggi gelombang di Samudra Indonesia, khususnya di selatan DIY.