DIY Pasar Potensial Apartemen karena Ini
Bisnis properti masih menggeliat di tengah kondisi ekonomi global yang melambat. DIY pun dipandang sebagai salah satu pasar yang potensial untuk mengembangkan hunian vertikal atau apartemen.
Bisnis properti masih menggeliat di tengah kondisi ekonomi global yang melambat. DIY pun dipandang sebagai salah satu pasar yang potensial untuk mengembangkan hunian vertikal atau apartemen.
Bisnis properti masih menggeliat di tengah kondisi ekonomi global yang melambat. DIY pun dipandang sebagai salah satu pasar yang potensial untuk mengembangkan hunian vertikal atau apartemen.
Tingginya backlog yang diperkirakan mencapai 11,4 juta unit membuat pasar properti hunian di Indonesia masih sangat potensial.Permintaan rumah tapak masih jadi pilihan bagi pencari hunian.
Pemerintah Australia juga terus menurunkan suku bunga acuannya sehingga menggenjot minat investasi orang Indonesia.
Presiden RI Joko Widodo memberikan target kepada Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dalam pembangunan infrastruktur. Khususnya di sektor perumahan untuk menurunkan backlog menjadi lima juta unit.
Real Estate Indonesia (REI) DIY menilai wilayah DIY memiliki potensi yang besar untuk mengembangkan hunian milenial sesuai konsep dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.
Program Satu Juta Rumah sebagai proyek strategis nasional masih menemui sejumlah kendala dalam percepatan pembangunannya.
Sedang tidak aktif atau sedang tidak adanya proyek yang dilaksanakan menjadi penyebab puluhan pengembang anggota Real Estate Indonesia (REI) DIY, belum terdaftar pada Sistem Registrasi Pengembang (Sireng), Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen-PUPR).
Tren communal living (co-living) di Jogja dinilai belum bermunculan karena sejumlah hal. Adapun pasar Jogja memiliki potensi dengan banyaknya kaum milenial.
Pengembang property PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA) mendukung program pemerintah untuk mengadakan rumah karyawan. Melalui anak perusahaannya, PT Sanur Hasta Griya, perseroan akan membangun rumah bersubsidi atau fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) di dekat daerah industri Boyolali, Jawa Tengah.