Benarkah KUR Bisa Sasar Petani Kecil? Berikut Penjelasan Pakar
Penyaluran kredit usaha rakyat (KUR) dinilai tidak efektif. Kredit tersebut tidak sampai kepada petani kecil.
Penyaluran kredit usaha rakyat (KUR) dinilai tidak efektif. Kredit tersebut tidak sampai kepada petani kecil.
Masyarakat, khususnya pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) segera memanfaatkan Kredit Usaha Rakyat (KUR).
Hingga April 2022, BRI telah menyalurkan KUR sebanyak Rp88,99 triliun atau 34,34 persen dari total alokasi tahun ini, yakni Rp260 triliun. Artinya, peluang pelaku UMKM untuk mendapatkan alokasi KUR BRI tersisa sekitar Rp171 triliun.
Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) DIY menggelar Rapat Pleno Penetapan Program Kerja TPAKD DIY 2022 dan me-launching web kur.jogjaprov.go.id, di Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) DIY, Rabu (23/3/2022).
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menuturkan, pemerintah telah memutuskan untuk memperpanjang tambahan subsidi bunga Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar 3 persen selama 6 bulan.
Tercatat ada 45 juta pelaku usaha ultramikro yang masih membutuhkan pendanaan, baik pendanaan baru maupun tambahan. Dari jumlah ini, 30 juta lainnya belum tersentuh pembiayaan formal.
Bank Indonesia melaporkan kredit untuk skala menengah mengalami penurunan 25,2 persen yoy, menjadi 336,4 triliun pada Januari 2022. Pada Desember 2021 sebesar Rp 343,7 triliun, turun 24,4 persen.
Menko Perekonomian Airlangga mengatakan kebijakan relaksasi kredit tanpa batas waktu diperlukan karena pemerintah mendorong investasi sebagai mesin pertumbuhan ekonomi pada 2023.
Untuk mempercepat pemulihan ekonomi, maka pemerintah memberikan subsidi bunga KUR 2022 kepada pelaku usaha mikro.
Sekretariat Komite Kebijakan Pembiayaan Bagi UMKM mencatat realisasi kredit usaha rakyat (KUR) sepanjang Januari hingga 27 Desember 2021 mencapai Rp278,71 triliun.