Beredar Pesan Berantai Berisi Nama-Nama Geng Pelajar di Jogja, Ini Tanggapan Sekolah
Kekerasan jalanan atau klithih oleh pelajar di Kota Jogja kembali mencuat akhir-akhir ini. Geng sekolah dinilai sebagai pemicu aksi klithih tersebut.
Kekerasan jalanan atau klithih oleh pelajar di Kota Jogja kembali mencuat akhir-akhir ini. Geng sekolah dinilai sebagai pemicu aksi klithih tersebut.
Aksi kekerasan di jalanan atau klithih kian meresahkan warga. Belum sepekan polisi menangkap pelaku, sejumlah anak baru gede (ABG) kembali ditangkap polisi pada Minggu (12/1/2020) dinihari.
Klithih atau kekerasan jalanan yang melibatkan remaja maupun pemuda merajalela di DIY dalam beberapa waktu terakhir.
Polsek Gamping dan Polsek Godean menangkap sebelas pelajar SMPN 3 Gamping karena menongkrong tengah malam pada Sabtu (11/1/2020) sekitar pukul 23.45 WIB. Mereka dibekuk karena diduga akan tawuran.
Polresta Jogja meringkus 10 pelajar yang tergabung dalam geng Sindikat Elit Tirtonirmolo (Sector), pada Minggu (12/1/2020) dini hari. Dua di antara mereka ditangkap saat hendak beraksi, delapan sisanya dibekuk di salah satu rumah pelaku. Dari pemeriksaan, polisi menemukan 14 senjata tajam.
Sejumlah ruas jalan di Kota Jogja, terutama yang berada di Kecamatan Umbulharjo dinilai rawan tindak kekerasan jalanan, salah satunya adalah klithih.
Penganiayaan dengan modus menanyakan apakah korban adalah pendukung PSS Sleman atau PSIM Jogja juga terjadi Kecamatan Gamping, Sleman. Sebelumnya, penusukan dengan modus sama terjadi di Jembatan Selokan Mataram Kutu Asem, Sinduadi, Mlati, Sleman.
Penusukan yang terjadi di Jembatan Selokan Mataram Kutu Asem, Sinduadi, Mlati, Sleman, diawali dengan pencabutan bendera PSS Sleman dan interogasi penusuk terhadap korban.
Jajaran Reskrim Polsek Mlati, Sleman, menangkap Yudi Wibowo yang terlibat dalam penusukan berlatar belakang rivalitas dukungan terhadap klub sepak bola.
Kejahatan jalanan alias klithih kembali terjadi awal tahun ini. Pelakunya diduga dua geng pelajar yang berbasis di Sleman. Mereka mengobrak-abrik warung. Setidaknya tiga orang menjadi korban di dua lokasi kejadian.