Mendagri: Kunci Pemulihan Ekonomi 2022 Tergantung Penanganan Covid
Tito Karnavian mengingatkan kepala daerah agar memperhatikan empat hal ini pada setiap pagi hari untuk mengelola kasus Covid-19.
Tito Karnavian mengingatkan kepala daerah agar memperhatikan empat hal ini pada setiap pagi hari untuk mengelola kasus Covid-19.
PMI Manufaktur Indonesia pada bulan lalu sebesar 54,6 atau naik dari posisi 53,2 pada bulan Maret 2021. Hal tersebut menunjukkan adanya perbaikan permintaan dari dalam dan luar negeri. Peningkatan permintaan ekspor ini, baru pertama kali terjadi sejak 17 bulan terakhir.
Sebagai negara dengan penduduk Muslim terbesar di dunia, Indonesia memiliki potensi yang sangat besar untuk mengembangkan ekonomi syariah sebagai arus perekonomian baru yang berpotensi mampu mendorong pertumbuhan ekonomi global. Potensi ekonomi syariah, atau sering pula disebut ekonomi halal, dapat dilihat dari semakin meningkatnya pertumbuhan populasi muslim dunia. Diperkirakan akan mencapai 27,5% dari total populasi dunia pada 2030 dan meningkatnya pertumbuhan ekonomi di negara-negara muslim, serta munculnya pasar halal potensial seperti China dan India.
Pemerintah perlu mempercepat dan memperluas sasaran bantuan sosial untuk mendorong peningkatan konsumsi domestik dalam rangka pemulihan ekonomi nasional. Hal itu diungkapkan Ekonom Senior Narasi Institute Fadhil Hasan.
Pandemi Covid-19 menekan perekonomian di Kota Magelang. Namun, pelaku usaha terutama usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di wilayah ini memiliki ketahanan sehingga mampu bertahan dan menggerakkan ekonomi agar terus tumbuh.
Kementerian Perindustrian mendorong industri perhiasan lokal agar lebih berdaya saing sehingga menghasilkan produk berkualitas untuk domestik maupun luar negeri. Industri ini difasilitas dengan Sertifikat Produk Penggunaan Tanda (SPPT) Standar Nasional Indonesia (SNI).
IFSoc mendorong fintech P2P lending berkolaborasi dengan bank sehingga memperluas jangkauan pendanaan produktif dengan limit dan tenor yang sesuai profil risiko.
Untuk membangkitkan perekonomian DIY, tidak bisa berhenti pada upaya meromantiskan Jogja seperti kampanye ‘Kangen Jogja.’ Lebih lanjut, perlu semakin menggelorakan kampanye ‘Jogja Aman.’ Hal tersebut disampaikan oleh Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Sosial Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) DIY, Heditia Damanik.
Jokowi memperkirakan industri 4.0 Indonesia akan berkontribusi pada produk domestik bruto (PDB) Indonesia dengan jumlah mencapai 133 miliar Dolar AS pada 2025.
Beberapa tantangan pemulihan ekonomi antara lain peluang kembali merebaknya pandemi, pengetatan kondisi keuangan global, dampak ekonomi dari pandemi yang berlangsung lama, munculnya permasalahan sosial, meningkatnya bencana alam, serta risiko geopolitik.