BPS: Aktivitas Ekonomi DIY Mulai Menggeliat
Pertumbuhan ekonomi di DIY Triwulan III 2020 mengalami perbaikan jika dibandingkan pada Triwulan II 2020 meski masih minus. Penanganan Covid-19 dinilai menjadi salah satu kunci kembali membaiknya ekonomi.
Pertumbuhan ekonomi di DIY Triwulan III 2020 mengalami perbaikan jika dibandingkan pada Triwulan II 2020 meski masih minus. Penanganan Covid-19 dinilai menjadi salah satu kunci kembali membaiknya ekonomi.
Namun, terakhir kali TPT di atas 7 persen terjadi pada periode kedua pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono, yaitu Agustus 2011 sebesar 7,48 persen.
Pelaku usaha sendiri memperkirakan tekanan ekonomi akan terus berlanjut sampai tahun depan di hampir semua sektor.
Pemerintah Pusat memberikan jaminan pembiayaan pembangunan yang digunakan dalam rangka pemulihan ekonomi nasional (PEN). Penjaminan ini diatur dalam Peraturan Presiden (Perpres) No.103/2020.
Staf Khusus Presiden Arif Budimanta mengatakan pada kuartal keempat, sisa anggaran akan terus disalurkan untuk menstimulasi perekonomian.
Badan Pusat Statistik mencatat penurunan upah tersebut terjadi di hampir semua provinsi, kecuali Maluku Utara, Bengkulu, Sulawesi Tengah, dan DI Yogyakarta.
Kondisi perekonomian Indonesia dipercayai akan masuk ke zona positif setelah terbalik pada kuartal III/2020. Keyakinan ini diutarakan Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati.
Badan Pusat Statistik (BPS RI) mengumumkan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal III/2020 mencatatkan kontraksi atau minus 3,49 persen secara tahunan (year on year / yoy). Dlam dua kuartal berturut-turut pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) mencatatkan pertumbuhan negatif sehingga Indonesia masuk resesi.
Pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal III-2020 memang masih negatif. Namun, angka negatifnya lebih kecil dibandingkan kuartal II-2020.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto mengumumkan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal III/2020 mencatatkan minus hingga 3,49 persen secara tahunan.