OPINI: Bertahan untuk Bangkit
Risiko terbesar bagi perbankan saat ini adalah kualitas kredit.
Risiko terbesar bagi perbankan saat ini adalah kualitas kredit.
Perbankan dituntut untuk adaptif dan inovatif dengan mengembangkan layanan perbankan digital, seperti aplikasi mobile banking dan internet banking yang dapat melayani berbagai kebutuhan nasabah saat ini dan nanti.
Sinergi dan kolaborasi dengan berbagai pihak, dinilai ampuh untuk pemulihan ekonomi di tengah pandemi Covid-19.
Dunia menyambut 2021 dengan berbagai harapan, dari teratasinya pandemi hingga bangkitnya perekonomian dari resesi. Untuk menopang perekonomian, ekonomi digital akan berperan sentral.
Sebanyak 20 persen masyarakat kelas atas mendominasi 47,01 persen dari total konsumsi masyarakat pada tahun 2020.
Dalam dalam Pertemuan Tahunan Bank Indonesia 2020, Kamis (3/12/2020) Jokowi secara lebih tegas menyentil Bank Indonesia agar berkontribusi lebih besar untuk menggerakkan sektor riil.
Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo memperkirakan transaksi e-commerce pada 2021 akan mampu mencapai Rp337 triliun.
Perry mengutarakan perbaikan ekonomi terjadi sejalan dengan sinergi yang kuat antara berbagai otoritas kebijakan sehingga stabilitas perekonomian dapat terjaga dengan baik.
Diskusi tentang outlook (prospek, proyeksi, harapan dan kegiatan) Perekonomian Indonesia 2021 telah dilakukan oleh lembaga internasional dan domestik. Dari hasil outlook beberapa lembaga tersebut menunjukkan ada harapan yang membaik (optimisme) terhadap Perekonomian Indonesia pada 2021.
Pemerintah telah mengeluarkan sejumlah stimulus kepada kalangan terdampak pandemi Covid-19. Kalangan pengusaha menyoroti dampak stimulus kebijakan selama krisis pandemi Covid-19 yang belum maksimal dan perlu ditingkatkan saat ini.