PLN Diprediksi Rugi Rp7 triliun Gara-gara Konsumsi Listrik Berkurang
Pandemi Corona membuat aktivitas masyarakat menurun. PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) diprediksi mengalami kerugian sebesar Rp7 triliun.
Pandemi Corona membuat aktivitas masyarakat menurun. PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) diprediksi mengalami kerugian sebesar Rp7 triliun.
Jika Covid-19 ini masih merebak hingga akhir tahun 2020, pemerintah perlu mempertimbangkan kebijakan keringanan listrik bagi seluruh golongan pelanggan rumah tangga dan pelanggan industri.
PT PLN menyatakan pelanggan listrik daya 450 VA dan 900 VA bersubsidi dapat memperoleh ID pelanggan melalui aplikasi Whatsapp yang dapat diakses mulai Senin (6/4/2020) untuk memperoleh diskon.
Pemerintah memberikan stimulus berupa keringanan listrik gratisuntuk pelanggan 450 VA dan diskon 50% untuk pelanggan 900 VA bersubsidi.
Pemerintah mengucurkan dana tambahan sebesar Rp405,1 triliun untuk penanganan Covid-19. Dana tambahan itu difokuskan pada empat bidang, yakni kesehatan sebesar Rp75 triliun, jaring pengaman social (social safety net) sebesar Rp110 triliun, insentif perpajakan dan stimulus kredit usaha rakyat sebesar Rp70,1 triliun, dan pembiayaan program pemulihan ekonomi nasional sebesar Rp150 triliun.
Kondisi ketahanan energi listrik diperkirakan aman selama masa darurat bencana nasional akibat merebaknya Virus Corona (Covid-19). Pasokan energi juga dilaporkan tak mengalami gangguan.
Penjualan listrik PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) pada Januari 2020 mengalami pertumbuhan yang rendah yakni hanya sebesar 3,8%.
PLN memberlakukan standar kesiagaan khusus bagi semua pegawai untuk mengantisipasi dan mencegah penularan virus corona. Hal itu berlaku bagi semua pegawai PLN, dari level manajemen, direksi hingga pegawai di lingkungan PLN.
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengeluarkan beleid baru mengenai pedoman penetapan geoheritage sebagai upaya perlindungan warisan.
Program 35.000 Mega Watt (MW) yang rencananya selesai 2019, terpaksa mundur selama satu dekade. mega proyek kelistrikan ini diproyeksikan baru akan selesai dan beroperasi seluruhnya pada 2029.