Santri Didorong Terapkan Hidup Sehat
<p><em>Santri di Kabupaten Bantul didorong untuk menerapkan pola hidup sehat melalui Gerakan Masyarakat Hidup Sehat</em></p>
<p><em>Santri di Kabupaten Bantul didorong untuk menerapkan pola hidup sehat melalui Gerakan Masyarakat Hidup Sehat</em></p>
<p><em>Kementerian desa dan polisi sepakati pengawasan dana desa.</em></p>
<p><em>Puluhan tahun tak bersua, 21 alumni SMPN 1 Surabaya agkatan 1981 memutuskan untuk berlibur bersama</em></p>
<p><em>Daun kelor yang identik dengan hal mistis dalam budaya Jawa, diubah menjadi sesuatu yang inovatif dan bernilai ekonomis tinggi di tangan ibu-ibu Kelompok Wanita Tani (KWT) Ngudi Rejeki, Trirenggo, Bantul. Berikut laporan wartawan Harianjogja.com Rheisnayu Cyntara.</em></p>
<p><em>Orang tua siswa adukan SMK Muhammadiyah Imogiri.</em></p>
<p><em>Harga komoditas cabai cenderung stabil di kisaran Rp11.000 namun petani tidak dapat mengambil banyak keuntungan</em></p>
<p><em>500 pengusaha Bantul wajib terapkan UMK.</em></p>
<p><div><em>Kebutuhan layanan Keluarga Berencana di Bantul tidak terpenuhi</em></div><br /> <div></div><br /> <div><strong>Harianjogja.com, BANTUL-</strong>Jumlah Pasangan Usia Subur (PUS) yang kebutuhan KB-nya tak terpenuhi atau <em>unmet need</em> (Umn) di Kabupaten Bantul meningkat dalam beberapa bulan terakhir.Pasalnya, banyak PUS yang menunda kehamilan ataupun tidak ingin hamil lagi yang belum terjangkau layanan KB.</div><br /> <div></div><br /> <div>Kepala Seksi Pelayanan KB Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPPKB-PMD) Bantul Harmanto mengakui ada peningkatan Umn pada Juni hingga Agustus 2017 ini. Pada Agustus saja ada 7,02% Umn yang tercatat. Oleh sebab itu, pihaknya berusaha menjangkau PUS dengan mengintensifkan pelayanan secara masal melalui bakti sosial.</div><br /> <div><br /> <div></div><br /> <div>Ia menilai jumlah Umn tersebut masih bisa ditolerir sebab ambang batas pada 2017 ada di angka 8,02%. Namun, pelayanan KB di tempat pelayanan kesehatan juga digiatkan. "Prinsip kami selama ada permintaan akan sebisa mungkin kami penuhi," ujarnya, Rabu (1/11/2017).</div><br /> </div><br /> <div></div><br /> <div>Oleh sebab itu, peran penyuluh KB yang ada di desa juga diintensifkan. Harmanto mengatakan, hingga kini telah ada 75 penyuluh dan 5.979 kader yang terjun langsung ke lapangan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.</div></p>
<p><div><em>Kebutuhan layanan Keluarga Berencana di Bantul tidak terpenuhi</em></div><br /> <div></div><br /> <div><strong>Harianjogja.com, BANTUL-</strong>Jumlah Pasangan Usia Subur (PUS) yang kebutuhan KB-nya tak terpenuhi atau <em>unmet need</em> (Umn) di Kabupaten Bantul meningkat dalam beberapa bulan terakhir.Pasalnya, banyak PUS yang menunda kehamilan ataupun tidak ingin hamil lagi yang belum terjangkau layanan KB.</div><br /> <div></div><br /> <div>Kepala Seksi Pelayanan KB Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPPKB-PMD) Bantul Harmanto mengakui ada peningkatan Umn pada Juni hingga Agustus 2017 ini. Pada Agustus saja ada 7,02% Umn yang tercatat. Oleh sebab itu, pihaknya berusaha menjangkau PUS dengan mengintensifkan pelayanan secara masal melalui bakti sosial.</div><br /> <div><br /> <div></div><br /> <div>Ia menilai jumlah Umn tersebut masih bisa ditolerir sebab ambang batas pada 2017 ada di angka 8,02%. Namun, pelayanan KB di tempat pelayanan kesehatan juga digiatkan. "Prinsip kami selama ada permintaan akan sebisa mungkin kami penuhi," ujarnya, Rabu (1/11/2017).</div><br /> </div><br /> <div></div><br /> <div>Oleh sebab itu, peran penyuluh KB yang ada di desa juga diintensifkan. Harmanto mengatakan, hingga kini telah ada 75 penyuluh dan 5.979 kader yang terjun langsung ke lapangan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.</div></p>
<p><em>Tebing sampah TPST Piyungan setinggi 20 meter terbakar.</em></p>