I Ketut Sawitra Mustika

I Ketut Sawitra Mustika

Staf Reporter

Daftar artikel

Jogja

BADAI CEMPAKA : Pemda DIY Umumkan Status Siaga Darurat Bencana

<p><div dir="auto"><br /> <div dir="auto"><em>Status tersebut akan diberlakukan mulai hari ini hingga akhir Januari 2018</em></div><br /> <div dir="auto"></div><br /> <div dir="auto"><strong>Harianjogja.com, JOGJA-</strong>Pemerintah Daerah (Pemda) DIY merespons berbagai bencana alam yang terjadi belakangan ini dengan mengeluarkan status siaga darurat bencana.</div><br /> <div dir="auto"></div><br /> <div dir="auto">"Pak Gubernur [Sri Sultan HB X] berkenan untuk mengeluarkan pernyataan siaga darurat untuk memudahkan pelaksanaan di lapangan," kata Sekretaris Daerah (Sekda) DIY Gatot Saptadi di Kompleks Kepatihan.</div><br /> <div dir="auto"></div><br /> <div dir="auto">Status tersebut akan diberlakukan mulai hari ini hingga akhir Januari 2018. Status siaga darurat, sambungnya, bermakna semua pihak, baik para organisasi perangkat daerah dan masyarakat agar bisa saling bersinergsi satu sama lain dalam menangani bencana dan mengotimalkan segala potensi yang dimiliki.</div><br /> <div dir="auto"></div><br /> <div dir="auto">Plt Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY Krido Suparyitno menambahkan, status siaga darurat bisa saja dinaikkan menjadi tanggap darurat ketika jumlah kejadian bencana alam terus bertambah.</div><br /> </div></p>

Rabu, 29 November 2017 11:54 WIB
BADAI CEMPAKA : Pemda DIY Umumkan Status Siaga Darurat Bencana
Jogja

Nyore Sante Slankers, Menjembatani Slankers Tua dan Muda

<p><em>Slank Fans Club (SFC)-Minoritas Slankers Jogja (MSJ) merayakan hari jadinya yang ke-19 tahun, Minggu (26/11/2017) di Griya Harian Jogja</em><br /> <strong>Harianjogja.com, JOGJA-</strong>-Slank Fans Club (SFC)-Minoritas Slankers Jogja (MSJ) merayakan hari jadinya yang ke-19 tahun, Minggu (26/11/2017) di Griya Harian Jogja. Ulang tahun digelar dengan cukup spesial. Untuk pertama kalinya Generasi tua dan generasi terbaru dipertemukan. Yang sepuh mendaraskan perjuangan masa lalu, yang muda digiring mengenal sejarah dan sekaligus diharapkan meneruskan warisan itu.</p>

Senin, 27 November 2017 11:20 WIB
Nyore Sante Slankers, Menjembatani Slankers Tua dan Muda
Bantul

Menggeliatkan Pariwisata Lewat Festival VW

<p><div><em>Jumlah mobil yang datang dari Indonesia diperkirakan mencapai lebih dari 2.000</em></div><br /> <div></div><br /> <div><strong>Harianjogja.com, </strong><span style="font-size: 16px;"><strong>BANTUL-</strong>Jogjakarta Volkswagen Festival (JVWF) From Jogja to The World nyatanya tak hanya menjadi tempat menyenangkan bagi para pecinta mobil pabrikan asal Jerman itu, tapi juga bisa menjadi salah satu wahana untuk semakin menggeliatkan dunia pariwisata.</span></div><br /> <div></div><br /> <div>Ketua Umum Volkswagen Club Yogyakarta (VCY) Sumartoyo mengungkapkan, JVWF yang digagas komunitas yang dipimpinnya, adalah hajatan yang mampu meningkatkan kunjungan wisatawan dan mempercepat pergerakan ekonomi. Pasalnya para peserta maupun pengunjung yang datang dari luar daerah dan luar negeri rata-rata mengajak keluarganya masing-masing.</div><br /> <div></div><br /> <div>Kontes dan display, yang menjadi acara utama JVWF, tahun ini saja diikuti oleh 120 mobil. Sedangkan, jumlah mobil yang datang dari Indonesia diperkirakan mencapai lebih dari 2.000. Sementara dari luar negeri diprediksi mencapai 600 mobil. Jika merunut data yang dimiliki penyelenggara, tahun 2015 lalu, JVWF dikunjungi oleh kurang lebih 20.000 orang dan 2.000 VW.</div><br /> <div></div><br /> <div>Sumartoyo mengatakan, setiap pencinta VW yang hadir di Jogja Expo Center tidak akan datang sendirian. Rata-rata membawa serta keluarga. Hal inilah yang menurutnya bisa menjadi peluang besar bagi dunia pariwisata karena otomatis hotel, rumah makan dan objek wisata akan kena imbasnya.</div><br /> <div></div><br /> <div>“Mereka ke sini tiga sampai empat hari bawa keluarga. Mungkin bapaknya bisa full di lokasi. Tapi anak dan istrinya mesti pengen jalan jalan, bisa ke Merapi dan sebagainya. Kalau orang luar negeri bisa ke Prambanan,” ucapnya saat ditemui di JEC, beberapa waktu lalu.</div><br /> <div></div><br /> <div>Khusus untuk orang asing, sambungnya, dengan mendatangi tempat wisata di Jogja mereka akan mengerti betapa indahnya Indonesia dan kemudian akan menyebarkan hal tersebut ke sanak saudara ataupun teman, sehingga potensi kunjungan semakin meningkat. Tahun ini ada beberapa komunitas VW yang datang dari Singapura, Thailand, Malaysia, Italia dan Inggris.</div><br /> <div></div><br /> <div>Ia mengatakan ke depan pihaknya akan membuat JVWF semakin menarik supaya orang yang datang juga akan semakin banyak. Caranya adalah dengan menampilkan kreasi-kreasi yang unik dan menggugah. Sumartoyo optimis itu bisa terjadi karena menurutnya Indonesia adalah gudangnya orang kreatif. “Saat ini misalnya ada motor yang mesinnya VW, kedepan, hal-hal kreatif macam itu yang akan akan semakin dimunculkan,” ucapnya.</div><br /> <div></div><br /> <div>Didik, Ketua Umum VCY periode 1992-1994, menambahkan, JVWF memang tidak dibuat sebagai acara otomotif semata, tapi juga untuk mengenalkan pariwisata, budaya dan kuliner Jogja.</div><br /> <div></div><br /> <div>“Saat Jumat lalu kami mengundang media asing ke Pendopo Agung Ambarukmo dan disitu ada berbagai kesenian seperti kroncong. Pembukaan JVWF 2015 juga melibatkan Bergodo Lombok Abang Kraton [Ngayogyakarta Hadiningrat]. Kami ingin terus mengangkat budaya karena itulah daya tarik utamanya,” ucapnya.</div><br /> <div></div><br /> <div>Sebelumnya, Kepala Dinas Pariwisata DIY Aris Riyanta menyampaikan, JVWF adalah event yang perlu terus didukung dan dilanjutkan penyelenggaraannya. Sebab, acara tersebut dinilai telah secara nyata berdampak positif  kepada masyarakat. Misalnya, hunian hotel meningkat, rumah makan semakin ramai, objek wisata semakin banyak dikunjungi, dan pusat oleh-oleh semakin laris.</div><br /> <div></div><br /> <div>“Dengan demikian perputaraan ekonomi di masyarakat ada peningkatan. Pemda [Pemerintah Daerah] DIY akan selalu mendukung JVWF,” jelasnya. JVWF sendiri telah masuk sebagai agenda tetap pariwisata di DIY.</div><br /> &nbsp;</p>

Minggu, 26 November 2017 09:20 WIB
Menggeliatkan Pariwisata Lewat Festival VW
Bantul

Menggeliatkan Pariwisata Lewat Festival VW

<p><div><em>Jumlah mobil yang datang dari Indonesia diperkirakan mencapai lebih dari 2.000</em></div><br /> <div></div><br /> <div><strong>Harianjogja.com, </strong><span style="font-size: 16px;"><strong>BANTUL-</strong>Jogjakarta Volkswagen Festival (JVWF) From Jogja to The World nyatanya tak hanya menjadi tempat menyenangkan bagi para pecinta mobil pabrikan asal Jerman itu, tapi juga bisa menjadi salah satu wahana untuk semakin menggeliatkan dunia pariwisata.</span></div><br /> <div></div><br /> <div>Ketua Umum Volkswagen Club Yogyakarta (VCY) Sumartoyo mengungkapkan, JVWF yang digagas komunitas yang dipimpinnya, adalah hajatan yang mampu meningkatkan kunjungan wisatawan dan mempercepat pergerakan ekonomi. Pasalnya para peserta maupun pengunjung yang datang dari luar daerah dan luar negeri rata-rata mengajak keluarganya masing-masing.</div><br /> <div></div><br /> <div>Kontes dan display, yang menjadi acara utama JVWF, tahun ini saja diikuti oleh 120 mobil. Sedangkan, jumlah mobil yang datang dari Indonesia diperkirakan mencapai lebih dari 2.000. Sementara dari luar negeri diprediksi mencapai 600 mobil. Jika merunut data yang dimiliki penyelenggara, tahun 2015 lalu, JVWF dikunjungi oleh kurang lebih 20.000 orang dan 2.000 VW.</div><br /> <div></div><br /> <div>Sumartoyo mengatakan, setiap pencinta VW yang hadir di Jogja Expo Center tidak akan datang sendirian. Rata-rata membawa serta keluarga. Hal inilah yang menurutnya bisa menjadi peluang besar bagi dunia pariwisata karena otomatis hotel, rumah makan dan objek wisata akan kena imbasnya.</div><br /> <div></div><br /> <div>“Mereka ke sini tiga sampai empat hari bawa keluarga. Mungkin bapaknya bisa full di lokasi. Tapi anak dan istrinya mesti pengen jalan jalan, bisa ke Merapi dan sebagainya. Kalau orang luar negeri bisa ke Prambanan,” ucapnya saat ditemui di JEC, beberapa waktu lalu.</div><br /> <div></div><br /> <div>Khusus untuk orang asing, sambungnya, dengan mendatangi tempat wisata di Jogja mereka akan mengerti betapa indahnya Indonesia dan kemudian akan menyebarkan hal tersebut ke sanak saudara ataupun teman, sehingga potensi kunjungan semakin meningkat. Tahun ini ada beberapa komunitas VW yang datang dari Singapura, Thailand, Malaysia, Italia dan Inggris.</div><br /> <div></div><br /> <div>Ia mengatakan ke depan pihaknya akan membuat JVWF semakin menarik supaya orang yang datang juga akan semakin banyak. Caranya adalah dengan menampilkan kreasi-kreasi yang unik dan menggugah. Sumartoyo optimis itu bisa terjadi karena menurutnya Indonesia adalah gudangnya orang kreatif. “Saat ini misalnya ada motor yang mesinnya VW, kedepan, hal-hal kreatif macam itu yang akan akan semakin dimunculkan,” ucapnya.</div><br /> <div></div><br /> <div>Didik, Ketua Umum VCY periode 1992-1994, menambahkan, JVWF memang tidak dibuat sebagai acara otomotif semata, tapi juga untuk mengenalkan pariwisata, budaya dan kuliner Jogja.</div><br /> <div></div><br /> <div>“Saat Jumat lalu kami mengundang media asing ke Pendopo Agung Ambarukmo dan disitu ada berbagai kesenian seperti kroncong. Pembukaan JVWF 2015 juga melibatkan Bergodo Lombok Abang Kraton [Ngayogyakarta Hadiningrat]. Kami ingin terus mengangkat budaya karena itulah daya tarik utamanya,” ucapnya.</div><br /> <div></div><br /> <div>Sebelumnya, Kepala Dinas Pariwisata DIY Aris Riyanta menyampaikan, JVWF adalah event yang perlu terus didukung dan dilanjutkan penyelenggaraannya. Sebab, acara tersebut dinilai telah secara nyata berdampak positif  kepada masyarakat. Misalnya, hunian hotel meningkat, rumah makan semakin ramai, objek wisata semakin banyak dikunjungi, dan pusat oleh-oleh semakin laris.</div><br /> <div></div><br /> <div>“Dengan demikian perputaraan ekonomi di masyarakat ada peningkatan. Pemda [Pemerintah Daerah] DIY akan selalu mendukung JVWF,” jelasnya. JVWF sendiri telah masuk sebagai agenda tetap pariwisata di DIY.</div><br /> &nbsp;</p>

Minggu, 26 November 2017 09:20 WIB
Menggeliatkan Pariwisata Lewat Festival VW