Galih Eko Kurniawan

Galih Eko Kurniawan

Manajer

Daftar artikel

Gunungkidul

PERTIKAIAN : Istri Bacok Suami

harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Ngatirah, 40, warga Dusun Keblak, Desa Ngeposari, Kecamatan Semanu nekat membacok suaminya, Suharno, 45, Rabu (8/1). Akibat kejadian itu, Suharno menderita luka serius dan dirawat di RSUD Wonosari. Kepala Dusun Keblak Rubiyo mengatakan peristiwa terjadi sekitar pukul 07.00 WIB. Pagi itu Suharno sedang berada di ladang, yang tak jauh dari rumahnya. Datang Ngatirah yang mempertanyakan perihal penggadaian dan suami-istri itu sampai terlibat adu mulut. Tak disangka Ngatirah membacokan sabit yang dibawanya ke tangan bagian kanan Suharno. “Sempat dibawa ke rumah sakit,” kata Rubiyo, kemarin. Menurut dia, Ngatirah selama ini dikenal baik dan sering bergaul dengan masyarakat. Tidak pernah terlihat ada permasalahan dengan suaminya. Rubiyo menduga Ngatirah kesal karena baru datang dari Jakarta mengetahui dokumen Bukti Pemilikan Kendaraan Bermotor (BPKB) sepeda motor yang dibelinya digadaikan Suharno. “Uang gadainya katanya tidak jelas digunakan untuk apa,” ucap Rubiyo. Kepala Unit Reskrim Polsek Semanu Ajun Inspektur Polisi Dua Sofyan Susanto saat dimintai konfirmasi mengatakan kasus pembacokan Ngatirah terhadap Suharno sudah selesai secara kekeluargaan.

Rabu, 08 Januari 2014 21:23 WIB
PERTIKAIAN : Istri Bacok Suami
Gunungkidul

PANJAT DINDING : Arena Panjat Masih Digarap

harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Arena panjat milik Gunungkidul masih dalam tahap penggarapan sampai pekan pertama bulan ini. Dinding panjat dibangun di belakang kompleks Kantor Pemerintah Kabupaten Gunungkidul. Kepala Seksi Pemuda Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Gunungkidul Agus Mantara menuturkan pembangunan arena panjat dianggarkan Rp129,7 juta. Arena panjat dibangun dengan ketinggian 16 meter, alas delapan meter dan atas 7,8 meter. “Sebetulnya arena itu dibangun untuk persiapan Pekan Olahraga Daerah 2013. Namun, karena cabang olahraga panjat dinding digelar di Jogja, pembangunan arena difokuskan untuk latihan,” paparnya saat ditemui Harian Jogja di kantornya, Rabu (8/1). Agus menambahkan arena panjat akan difungsikan untuk arena latihan atlet-atlet panjat tebing di Gunungkidul, yang selama ini kerap latihan di alam terbuka seperti di Pantai Siung.

Rabu, 08 Januari 2014 21:20 WIB
PANJAT DINDING : Arena Panjat Masih Digarap
Gunungkidul

ELPIJI : Pengecer 12 Kilogram Merugi

harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Sejumlah pengecer gas elpiji 12 kilogram mengaku merugi pascarevisi harga oleh PT.Pertamina per Selasa (71) karena sudah kulakan dengan harga mahal. Pemilik pangkalan elpiji UD Bintang di Jalan Agus Salim Wonosari, Iwan Santoso, mengaku harus merugi ratusan ribu rupiah. Sebelum Pertamina merevisi harga, Iwan dikirim 125 tabung elpiji 12 kilogram dari agen dengan harga Rp135.00 per tabung namun baru laku 70 tabung. Kondisi itu membuat dia tidak bisa berbuat banyak dan terpaksa menyesuaikan dengan harga baru. Jika tetap mempertahankan dengan harga lama akan memberatkan konsumen bahkan pelanggannya bisa kecewa. “Namanya usaha terkadang harus merugi,” kata Iwan, kemarin.

Selasa, 07 Januari 2014 21:55 WIB
ELPIJI : Pengecer 12 Kilogram Merugi
Gunungkidul

PENCURIAN : Maling Pakai Ilmu Gendam

harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Warga Desa Girisekar, Kecamatan Panggang resah lantaran sering sekali terjadi aksi pencurian. Warga mencurigai maling yang beraksi memakai ilmu gendam. Warga Desa Girisekar, Suwarno, menuturkan kasus pencurian maupun percobaan pencurian mulai marak sejak pertengahan Desember 2013. “Kami juga yakin maling yang beraksi ini memakai ilmu gendam. Maling mencoba masuk, pemilik rumah merasa seperti dihipnotis karena tidak bisa bergerak. Tapi pencuri belum sempat ambil apa-apa, langsung kabur,” paparnya kepada Harian Jogja, Senin (6/1). Kepala Polsek Panggang Iptu Kasiwon menuturkan kasus pencurian di Girisekar masih dalam tahap penyelidikan. Polsek Panggang pun terus menggiatkan patroli mulai pukul 24.00 WIB sampai pagi hari untuk meminimalisir kasus pencurian.

Senin, 06 Januari 2014 18:33 WIB
PENCURIAN : Maling Pakai Ilmu Gendam
Gunungkidul

PERJUDIAN : Kasus Sutrisno Tunggu Kejaksaan

harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Kepolisian Resort Gunungkidul sudah menyerahkan berkas pemeriksaan tersangka judi dadu Sutrisno dan kawan-kawan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Wonosari untuk tahap pertama. Untuk tahap kedua polisi masih koordinasi dengan kejaksaan. “Kami masih menunggu jaksa apa yang harus dilengkapi penyidik. Diharapkan berkas tidak dikembalikan lagi supaya langsung ke tahap kedua menyerahkan berkas dan tersangka,” kata Kepala Satuan Reskrim Polres Gunungkidul, Ajun Komisaris Polisi Suhadi, Senin (6/1). Sampai saat ini pemilik Perusahaan Otobus (PO) Maju Lancar itu masih dalam kondisi sakit dan dirawat di Rumah Sakit Bhayangkara Sleman. Suhadi mengaku tidak bisa memaksakan penahanan tersangka yang sakit karena itu hak tersangka. Sutrisno ditetapkan menjadi tersangka bersama tiga orang lainnya pada 6 Desember tahun lalu, setelah sehari sebelumnya tertangkap basah berjudi dadu di rumahnya. Saat itu ada 14 orang yang diamankan polisi. Setelah diperiksa 10 orang dibebaskan kembali karena tidak terbukti.

Senin, 06 Januari 2014 17:56 WIB
PERJUDIAN : Kasus Sutrisno Tunggu Kejaksaan
Gunungkidul

Prolegda 2014 : Gunungkidul Targetkan 21 Raperda

harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Pemerintah Kabupaten Gunungkidul menargetkan bisa menggolkan 21 rancangan peraturan daerah (prolegda) dalam program legislasi daerah (prolegda) 2014. Kepala Bagian Hukum Sekretariat Daerah Gunungkidul Udi Marnoto menuturkan dalam 21 target raperda itu ada empat raperda yang menjadi target 2013, yang belum bisa terealisasi. Keempat raperda itu yakni penyelenggaraan pendidikan, usaha pertambangan mineral, rencana induk pengembangan pariwisata daerah 2013-2025 dan izin sarana pelayanan kesehatan dan tenaga kesehatan. Kepala Bidang Energi Sumber Daya Mineral Dinas Perdagangan Perindustrian Koperasi Pertambangan dan ESDM Gunungkidul Pramuji Kuswandono menuturkan instansinya telah mengajukan wilayah pertambangan kepada Kementerian ESDM. Disperindagkoptam ESDM juga sudah mengajukan bentang wilayah karst dan masih menunggu pengesahan. “Dalam wilayah pertambangan kami juga memetakan wilayah pertambangan rakyat [WPR] dan juga wilayah usaha pertambangan [WUP] sehingga tidak akan terjadi tabrakan antara warga dengan swasta,” jelasnya, Sabtu (4/1). Menurut Pramuji, warga bisa mengelola WPR dengan menggunakan alat tradisional sementara swasta bisa mengelola WUP. Namun, realisasinya masih menunggu pengesahan dari Kementerian ESDM.

Minggu, 05 Januari 2014 20:28 WIB
Prolegda 2014 : Gunungkidul Targetkan 21 Raperda
Gunungkidul

ELPIJI : Dinas ESDM Pikir Ulang

harianjogja.com,GUNUNGKIDUL—Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi Pertambangan dan Energi Sumber Daya Mineral Gunungkidul berpikir ulang untuk mengajukan tambahan kuota gas elpiji tiga kilogram di tahun in, menyusul kenaikan harga elpiji 12 kilogram yang mencapai 68%. Kepala Disperindagkoptam ESDM Gunungkidul Siwi Iriyani mengatakan rencananya mengajukan kuota tambahan gas tiga kilogram pada awal tahun ini. Namun, dengan kenaikan gas non subsidi yang cukup menghentakan masyarakat membuat ia berpikir-pikir untuk menambah kuota gas bersubsidi. “Masih pikir-pikir dulu karena akan jadi percuma ditambah pun tetap tidak akan mencukupi karena pasti ada peralihan pengguna elpiji 12 kilogram ke elpiji tiga kilogram,” kata Siwi, Minggu (5/1). Siwi masih akan menunggu perkembangan hasil koordinasi Pertamina dengan agen-agen pada Senin besok. Siwi memastikan kenaikan elpiji 12 kilogram akan menyebabkan harga makanan tidak akan terkontrol karena industri rumahan juga akan menyesuaika dengan biaya pengeluaran tambahan.

Minggu, 05 Januari 2014 17:50 WIB
ELPIJI : Dinas ESDM Pikir Ulang