Gunungkidul
Warga Dusun Bali Galau
GUNUNGKIDUL—Warga Dusun Bali, Desa Girisekar, Kecamatan Panggang gelisah mengenai nasib rumah mereka lantaran belum mendapatkan kejelasan lebih lanjut mengenai proyek Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS).
Kegelisahan terutama dirasakan warga yang berada di belakang Balaidesa Girisekar. Seusai sosialisasi kedua pada 24 September 2013 lalu, sampai awal tahun ini belum ada sosialisasi lanjutan.
“Jadinya bagaimana belum tahu. Saya hanya kasihan pada ibu, bagaimana nasibnya kalau sampai rumah dilalu JJLS,” papar salah satu warga Bali, Prapti, kepada Harian Jogja di kediaman ibunya, Cipto Winarso, Jumat (3/1).
Prapti mengaku ibunya tidak mau pindah dari rumah. Ibunya dan dirinya tidak setuju bila JJLS melalui belakang Balaidesa Girisekar. Prapti mengaku rumahnya yang di tepi jalan siap saja kalau misalnya kena pembangunan JJLS.
Warga Dusun Mendak, Bali, Suwarno juga mengaku belum mendapatkan kejelasan mengenai ganti rugi. Sosialisasi baru dilakukan dua kali. “Sampai saat ini warga belum ada yang tahu kelanjutannya. Tidak ada yang mendampingi secara psikologis sehingga kondisi mental warga ada yang stres,” paparnya.
Suwarno berharap segera ada kejelasan sehingga warga tidak semakin terkatung-katung. Ia juga berharap jalur JJLS tidak melalui belakang balaidesa tetapi melalui jalur jalan raya yang sudah ada.
Jum'at, 03 Januari 2014 17:34 WIB