Manajemen Bisnis Pengolahan Kopi Pembibitan Menoreh Dirapikan Sesuai Syariat Islam

Media Digital
Media Digital Sabtu, 08 Agustus 2020 22:47 WIB
Manajemen Bisnis Pengolahan Kopi Pembibitan Menoreh Dirapikan Sesuai Syariat Islam

Pelatihan tata kelola keuangan dan manajemen bisnis Islam pengolahan kopi pembibitan Menoreh, Kulonprogo./Istimewa

Harianjogja.com. KULONPROGO—Andreani Hanjani, dosen D3 Akuntansi, Program Vokasi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) mengisi Program Kemitraan Masyarakat (PKM) dengan pelatihan tata kelola keuangan dan manajemen bisnis Islam pengolahan kopi pembibitan Menoreh, Kulonprogo.

Pelatihan digelar di Jalan Asem Gede, Terbah RT 25 / RW 10, Pengasih, Kulonprogo, Sabtu, 14 Maret 2020, dan diikuti 10 orang dari Kohar Coffee Roaster (KCR) Pengolahan Kopi Pembibitan Menoreh.

“Tujuan pelatihan adalah memberikan edukasi sekaligus pelatihan tata kelola keuangan berdasarkan ilmu akuntansi dan manajemen bisnis sesuai syariat Islam,” kata Andreani melalui keterangan tertulis kepada Harian Jogja.

Dalam pelatihan tersebut, Andreani memberikan motivasi terkait pentingnya tata kelola keuangan berbasis akuntansi serta praktik akuntansi yang akan digunakan untuk mengelola keuangan.

“Kegiatan ini juga membuat mitra paham pentingnya manajemen usaha sesuai syariat Islam dalam mengatur aktivitas bisnis agar mampu mengenali kemampuannya dan mengurangi hambatan-hambatan dalam mencapai tujuan sehingga produksinya dapat berkembang dan berkelanjutan,” ujar dia.

Kohar Coffee Roaster (KCR) memiliki sistem tata kelola keuangan sederhana, hanya dengan menggunakan pembukuan. Jika akan memperluas cakupan pemasaran Kohar Coffee Roaster (KCR), menurut Andreani, dibutuhkan tata kelola keuangan yang lebih bagus, rinci, dan akurat yaitu dengan menggunakan sistem akuntansi.

“Kami memberikan praktik pelatihan penggunaan ilmu akuntansi dengan penggunaan program Microsoft excel sebagai sarana pembuatan laporan keuangan yang lebih baik. Ini penting agar laporan keuangan akuntabel sehingga dapat dikendalikan dan diawasi,” ujar dia.

Andreani mengatakan para peserta antusias terhadap pelatihan dan penyampaian materi oleh tim pengabdi.

“Program pengabdian masyarakat ini berhasil memberikan pemahaman terkait penggunaan ilmu akuntansi untuk melakukan tata kelola. Selain itu mitra juga menjadi paham mengenai bagaimana manajemen bisnis sesuai syariat Islam yang mengatur aktivitas bisnis antara lain: planning, organization, coordination, controlling, motivation, dan leading,” kata dia.

Salah satu peserta, Nur Purwita, mengucapkan terima kasih kepada tim pengabdian masyarakat UMY atas ilmu pengelolaan keuangan berbasis akuntansi yang sangat bermanfaat bagi kelangsungan jangka panjang unit usahanya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Budi Cahyana
Budi Cahyana Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online