Keraton Jogja Bawa YRO ke Jakarta, Gregah Nusa Serukan Kebangkitan
Keraton Jogja gelar konser YRO di Jakarta bertajuk Gregah Nusa. Angkat semangat kebangkitan budaya dan identitas bangsa.
Pelatihan pemasaran dan promosi produk madu melalui Facebook serta Instagram di Kantor KPHP Kendilo, Jl. Jendral Sudirman No. 09, Kecamatan Tanah Grogot, Kabupaten Paser, Kalimantan Timur, Selasa (11/8/2020)./Istimewa
Harianjogja.com, PASER, KALIMANTAN TIMUR—Di era teknologi informasi, media sosial menjadi salah satu alat yang ampuh untuk memasarkan produk. Hal ini mendorong mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Reguler Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) di Kecamatan Tanah Grogot, Kabupaten Paser, Kalimantan Timur membuat program pemberdayaan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) budi daya madu berbasis teknologi informasi melalui media sosial.
Pembudidayaan madu menjadi bentuk wirausaha yang jamak ditemukan di Kecamatan Tanah Grogot.
“Salah satunya usaha budidaya Madu Trigona. Madunya diambil dari 10 desa binaan dan dikelola Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi atau KPHP Kendilo. Usaha ini mempunyai produk dengan merek Kendilo Bee. Produk ini dijual di sekitar Kabupaten Paser maupun di kota lain di Kalimantan dan luar Kalimantan,” ujar Adhianty Nurjanah, dosen pembimbing KKN UMY di Kecataman Tanah Grogot, Kabupaten Paser.
Namun, KPHP Kendilo punya beberapa persoalan, dan yang paling krusial adalah promosi yang belum maksimal dan belum memanfaatkan berbagai platform media sosial seperti Facebook dan Instagram.
“Produk Kendilo Bee memiliki potensi besar karena produknya dapat menyasar seluruh lapisan masyarakat karena dapat dikonsumsi oleh anak kecil, remaja, orang dewasa bahkan lansia. Kendilo Bee juga berpotensi dapat menjual produk lebih luas hingga pasar internasional.
Persoalan itu mendorong Tim KKN UMY memberikan pelatihan pemasaran dan promosi produk madu melalui Facebook serta Instagram.
Pelatihan itu digelar pada Selasa (11/8/2020) di Kantor KPHP Kendilo, Jl. Jendral Sudirman No. 09, Kecamatan Tanah Grogot, Kabupaten Paser, Kalimantan Timur. Sebanyak delapan peserta menerima materi tentang seluk beluk medsos, dalam hal ini fanpage Facebook dan Instagram.
“Tim KKN menjelaskan pengertian fanpage Facebook beserta fungsinya dan pengertian instagram beserta fungsinya, juga menjelaskan manfaat media sosial sebagai salah satu cara mempromosikan produk, pemasaran menggunakan media sosial di mata konsumen, langkah-langkah strategi digital marketing dan manfaatnya,” ujar Adhianty.
Pelatihan yang diikuti delapan orang tersebut bertujuan agar mitra KKN UMY dapat menggunakan media online dengan secara maksimal serta berkelanjuran dan mengetahui teknik pemasaran yang baik.
“Target yang diharapkan dari program KKN berbasis teknologi informasi ini adalah membantu UMKM mengembangkan usahanya secara digital dan berusaha membantu mengatasi kendala yang dialami selama masa pandemi Covid-19.”
Selain mengadakan pelatihan tentang medsos, Tim KKN UMY membuat video, foto, serta leaflet tentang produk agar mitra memiliki bahan untuk promosi. Tim KKN juga membuat poster perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) agar KPHP Kendilo memperoleh informasi menyeluruh tentang cuci tangan sesuai panduan WHO.
“Respon mitra sangat baik dan mereka tertarik mensosialisasikannya kepada desa-desa binaan KPHP yang lain,” ucap Adhianty.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Keraton Jogja gelar konser YRO di Jakarta bertajuk Gregah Nusa. Angkat semangat kebangkitan budaya dan identitas bangsa.
Persib Bandung semakin dekat dengan gelar juara Super League 2025/2026 usai menang dramatis 2-1 atas PSM Makassar di Parepare.
Simak jadwal terbaru KRL Jogja-Solo Senin 18 Mei 2026 dari Stasiun Yogyakarta sampai Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali jalan.
Cek jadwal terbaru KRL Solo-Jogja Senin 18 Mei 2026 lengkap dari Palur sampai Yogyakarta. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.
Fabio Di Giannantonio menangi MotoGP Catalunya 2026 yang dua kali dihentikan akibat kecelakaan beruntun di Barcelona.
BMKG memprediksi hujan masih berpotensi terjadi di sejumlah wilayah DIY hingga 20 Mei 2026 akibat pengaruh fenomena MJO.