Jogja Halal Festival 2026 Resmi Diluncurkan, Bidik Pasar Global
Panitia Jogja Halal Festival (JHF) #3 resmi meluncurkan Jogja Halal Festival #3 Tahun 2026 di Ruang Bangsal Mataram, Lantai 2, Kantor Perwakilan Bank Indonesia
Pembuatan media pembibitan oleh warga Salakan, Bantul-Ist
Harianjogja.com, BANTUL--LP3M UMY dan Dinas Lingkungan Hidup Kab. Bantul kembali bersinergi melakukan agenda Pengabdian Kepada Masyarakat untuk memajukan kualitas hidup masyarakat khusunya di Bantul.
LP3M UMY sebagaimana lembaga pendidikan yang memiliki visi untuk selalu berkomitmen memajukan kualitas hidup masyarakat memiliki spirit yang sama dengan Dinas Lingkungan Hidup Kab. Bantul yang ingin melestarikan lingkungan di kawasan Bantul agar terciptanya kesejahteraan hidup masyarakat.
Sinergisitas pengabdian kepada masyarakat ini disalurkan LP3M UMY dalam bentuk Program Pengabdian Masyarakat Kolaborasi bersama Dinas Lingkungan Hidup Kab. Bantul dengan tema Kampung Ramah Lingkungan. Bentuk program ini dilaksanakan dengan mendukung penduduk Salakan untuk semakin kreatif menciptakan Kampung Ramah Lingkungan di Salakan melalui pelatihan dan pemberian hibah bibit.
LP3M UMY memberikan pelatihan terkait budidaya pembibitan sebagaimana akan mendukung terciptanya Kampung Ramah Lingkungan. Dr. Ir. Gatot Supangkat selaku kepala LP3M UMY berperan langsung dalam penyampaian materi dan melatih masyarakat Salakan untuk membudidayakan bibit.
Background Agronomi dan Ilmu Lingkungan yang disematkan pada gelar Dr. Ir. Gatot Supangkat menjadi spirit untuk dibagikan ilmu budidaya pembibitan kepada masyarakat Salakan. Selain memberikan pelatihan, LP3M UMY dan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bantul mendukung terciptanya Kampung Ramah Lingkungan di Salakan dengan pemberian hibah bibit Pohon Tin dan Pohon Anggur sebagaimana bibit yang dibutuhkan oleh KSM Salakan.
Dyah Mutiarin, selaku ketua pelaksana Pengabdian Kepada Masyarakat Kolaboratif di Salakan menyampaikan bahwa Gerakan budidaya bibit ini ditujukan untuk adanya program penghijauan di tiap rumah Kampung Salakan, serta mampu menjadi bekal untuk mendorong ekonomi kreatif dimana akan semakin banyak bibit - bibit yang dihasilkan dari pelatihan budidaya bibit untuk dijual kembali.
Dua hasil dari pelatihan budidaya pembibitan ini selaras dengan indikator terciptanya Kampung Ramah Lingkungan diantaranya Penghijauan, Penyedia bank sampah dan kreasi sampah daur ulang, Penyedia tanaman vertikultur untuk terciptanya Kawasan Ramah Pangan Lestari, dan Edukasi lingkungan kepada masyarakat.
“Materi pelatihan yang disampaikan oleh Bapak Gatot Supangkat sangat membantu kami dan sesuai dengan apa yang kami butuhkan. Kami memang sedang mencari ilmu bagaimana untuk membudidayakan bibit sehingga nanti bisa kami kembangbiakan untuk nantinya dapat membentuk taman yang menghasilkan pangan serta dapat dijual kembali untuk memajukan ekonomi warga Salakan,” jelas Jumali selaku Kepada Dukuh sekaligus Ketua KSM Salakan Bersemi.
Kegiatan pelatihan budidaya bibit dan pemberian hibah bibit juga dihadiri oleh Adhianty Nurjanah selaku Ketua Divisi Pengabdian dan Layanan Masyarakat, Heri Zulfiar selaku Kepala Divisi Inovasi dan Produk Unggulan LP3M, Ari Budi Nugroho (Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kab. Bantul), dan Prawata (Lurah Potorono, Banguntapan, Bantul).
Pelatihan disampaikan secara dua arah dimana peserta pelatihan budidaya pembibitan langsung mempraktekan untuk pembuatan medium pembibitan dengan kantong UV. Peserta mengikuti kegiatan pelatihan ini dengan sangat antusias dan menerima sangat baik untuk mendapatkan ilmu yang akan bermanfaat dalam memajukan Kampung Salakan Ramah Lingkungan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Panitia Jogja Halal Festival (JHF) #3 resmi meluncurkan Jogja Halal Festival #3 Tahun 2026 di Ruang Bangsal Mataram, Lantai 2, Kantor Perwakilan Bank Indonesia
Pemkab Sleman bersama Satgas Pangan Polresta Sleman memperkuat pengawasan stok dan harga bahan pokok guna menjaga stabilitas pasokan pangan di wilayah Sleman.
Penyaluran Dana Penguatan Modal Sleman 2026 mencapai Rp6,3402 miliar atau 32,31% dari total plafon Rp19,625 miliar.
Program padat karya di Gunungkidul digelar di 65 titik pada 2026 dengan anggaran Rp100-200 juta per lokasi untuk membuka lapangan kerja dan meningkatkan ekonomi
BMKG mengimbau pengelola PLTA mengantisipasi lonjakan beban listrik selama El Nino. Fenomena ini diperkirakan mencapai puncak pada Desember 2026 hingga Januari
Mendagri Tito Karnavian menyebut aturan gaji kepala daerah yang berlaku sejak 2000 akan direvisi agar lebih sesuai dengan kondisi ekonomi dan kinerja daerah.