Jateng Genjot Investasi EBT dan Pengelolaan Sampah

Media Digital
Media Digital Sabtu, 23 Mei 2026 11:32 WIB
Jateng Genjot Investasi EBT dan Pengelolaan Sampah

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi./ Ist

Jateng Genjot Investasi EBT dan Pengelolaan Sampah, Ahmad Luthfi Tawarkan ke Para Pengusaha Tiongkok

JAKARTA — Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi tak henti-hentinya mempromosikan potensi investasi di wilayahnya kepada para investor baik dalam negeri maupun luar negeri.

Salah satunya ia lakukan saat menghadiri jamuan makan malam Pertukaran Tokoh Politik dan Bisnis Tiongkok-Indonesia, dalam rangka Program DBA Enterpreneur Scholar Cheung Kong Graduate School of Business (CKGSB) angkatan 12 di Grand Hyatt, Jakarta, Jumat, 22 Mei 2026.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh puluhan pengusaha asal Tiongkok yang sudah menanamkan investasi di Indonesia.

Dalam kesempatan itu, Ahmad Luthfi menyampaikan apresiasi penyelenggaraan acara itu. Ia juga mengajak kepada para pengusaha tersebut untuk berkunjung ke Jawa Tengah. Apalagi, provinsi ini terbuka untuk penanaman investasi.

Sebagai gambaran, pada 2025 lalu investasi di Jawa Tengah mencapai Rp110, 02 triliun. Terdiri dari atas penanaman modal asing (PMA) Rp50,86 triliun, penanaman modal dalam negeri (PMDN) Rp37,64 triliun, dan UMK Rp21,52 triliun. Sementara pada triwulan I 2026 sudah mencapai Rp23,02 triliun dengan pertumbuhan ekonomi mencapai 5,89%.

Saat ini ada sekitar 7 kawasan industri dan ekonomi khusus yang yang tersebar di sejumlah kabupaten/kota. Selain itu, juga ada sebanyak 12 daerah sedang menyiapkan kawasan industri dan ekonomi khusus baru untuk menunjang investasi dan pemerataan ekonomi.

"Tiongkok menjadi salah satu negara asal investasi tertinggi di Jawa Tengah, nilainya mencapai sekitar Rp10,13 triliun," ungkapnya.

Luthfi menyampaikan, keseriusan Jawa Tengah dalam mengembangkan ekonomi baru terbarukan (EBT) dan pengelolaan sampah. Ada sekitar 7 proyek yang siap ditawarkan kepada investor untuk sektor EBT. Di antaranya PLTS, mikrohidro, biogas, biomassa, gas rawa, energi sampah atau waste to energy, dan panas bumi atau geothermal.

"Kami membuka peluang lebar-lebar bagi investasi pengolahan sampah di Jawa Tengah, sehingga akan membantu kami dalam rangka energi terbarukan," katanya.

Sementara itu, CEO PT WOOK Global Technology, Cu Longhua mengatakan, pertemuan para pengusaha dari berbagai industri ini perlu terus diperluas. Perusahaan yang hadir menawarkan sumber daya industri berkualitas tinggi yang sangat kompatibel dan dapat diterapkan secara mendalam. Mencakup perlindungan ekologis dan sumber daya limbah padat yang dipadatkan, memanfaatkan tambang untuk restorasi ekologis, industri energi baru, teknologi digital, manufaktur kelas atas, dan pertanian modern.

"Saat ini, Presiden Prabowo dengan penuh semangat mempromosikan pengelolaan sampah. Seperti menjadi pembangkit listrik. Kami adalah perusahaan terkemuka di industri ini di Tiongkok," katanya.

CEO PT AAC Technologies Holding, Benjamin Pan, mengatakan, sebagai salah satu ekonomi terbesar di Asia Tenggara, Indonesia menawarkan ruang pasar yang luas, lingkungan pembangunan yang sangat baik, dan potensi pertumbuhan yang sangat besar.

"Kami melihat kemungkinan kolaborasi yang tak terbatas,” kata dia.

Sebagai informasi, program DBA Entrepreneur Scholar dari CKGSB sendiri merupakan program doktoral eksekutif bergengsi. Program ini menggabungkan riset akademik tingkat lanjut dengan praktik kewirausahaan dan bisnis. Program ini ditujukan bagi para pendiri bisnis dan pemimpin perusahaan senior. CKGSB dikenal sebagai salah satu sekolah bisnis independen dan nirlaba terkemuka di Tiongkok, dengan jaringan alumni kuat dari berbagai perusahaan unicorn, hingga korporasi multinasional dunia.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Ujang Hasanudin
Ujang Hasanudin Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online