Happy Berkendara Saat Melewati Persimpangan
Berkendara sepeda motor di jalan raya sangat berbahaya apabila pengendara belum cukup mengetahui ilmu dan teknik berkendara.
Pelatihan Pemasaran dan Promosi Budidaya Ikan Air Tawar di Dusun Sengonkarang dan Ikan Guppy di Metes Melalui Media Sosial./Istimewa
Harianjogja.com, BANTUL—Dr. Rohmansyah, S.Th.I., M.Hum, dosen Program Studi Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) mengisi Program Kemitraan Masyarakat (PKM) dengan kegiatan bertema Pelatihan Pemasaran dan Promosi Budidaya Ikan Air Tawar di Dusun Sengonkarang dan Ikan Guppy di Metes Melalui Media Sosial.
PKM diikuti 11 penduduk Dusun Sengonkarang, Argomulyo, Sedayu, dan Metes, Argorejo, Sedayu, Bantul.
“Ada beberapa tujuan kegiatan pengabdian ini. Pertama, meningkatakan ekonomi masyarakat dengan adanya pelatihan promosi dan pemasaran ikan air tawar di dusun Sengonkarang dan ikan guppy di Daerah Metes. Kedua, memberikan pengetahuan tentang pentingnya pemasaran di masa pandemi Covid 19, sehingga mereka lebih kreatif menjual ikannya kepada konsumen melalui media sosial seperti Facebook, Instagram dan lain-lain. Ketiga, memberikan semangat kepada masyarakat agar tetap bisa berkarya dengan meningkatkan keterampilan dan kreativitas dalam usaha budidaya ikan air tawar di masa pandemi Covid-19,” kata Rohmansyah.
Proses kegiatan pengabdian diawali dengan melakukan observasi dan wawancara kepada warga masyarakat Dusun Sengonkarang dan Metes terutama kepada kelompok tani Minamulyo ikan air tawar dan Ikan guppy. Salah satu yang diwawancarai adalah Supriyanto sebagai ketuanya. Dari hasil wawancara ditemukan problem dan kendala yang dialami selama masuk dalam kelompok tani Minamulyo adalah pemasaran. Kebanyakan mereka tidak tahu cara memasarkan melalui media sosial, karena selama ini hanya mengandalkan pembicaraan dan relasi secara offline dan ketemu langsung tanpa melalui online. Mereka datang dan langsung membeli ikan air tawar dan ikan guppy sesuai harga yang ditetapkan. Maka solusi yang dilakukan dalam mengatasi problem tersebut adalah dengan melakukan kegiatan pelatihan dan promosi pemasaran yang baik dan bisa diikuti oleh masyarakat kelompok tani Minamulyo.
Kegiatan pelatihan dilakukan dengan tiga tahapan, yaitu; Pertama, sosialisasi program pengabdian masyarakat. Kedua, melakukan kegiatan pelatihan pemasaran melalui media sosial secara online dengan menghadirkan narasumber yang ahli di bidangnya, media online yang maksud adalah Facebook, Instagram dan lain-lain. Ketiga, melakukan kegiatan pemberian bantuan berupa pakan pelet untuk ikan air tawar dan ikan guppy sehingga bisa membantu dalam peningkatan produksi ikan tawar dan ikan guppy sehingga bisa segera di panen dengan hasil yang memuaskan.
“Berdasarkan hasil pengabdian di atas, disimpulkan bahwa pelatihan promosi pemasaran ikan air tawar dan ikan guppy merupakan solusi terbaik pada saat pandemi Covid 19. Mereka dapat mempromosikan dan memasarkan ikannya melalui media sosial dengan syarat memiliki akun di media sosial, seperti facebook, Instagram, web dan lain-lain. Berjual di Media Sosial menjadi tren dan memudahkan masyarakat dengan mengatur tahapannya, seperti memposting gambar ikan air tawar dan ikan guppy. Hal ini memudahkan mereka untuk menyiapkan foto-fotonya tengan ikan air tawar dan ikan guppy. Pengabdian ini mendapatkan respon yang positif dari masyarakat sebab dapat membantu mereka dalam meningkatkan aspek ekonominya dengan merubah penjualannya bersifat offine menjadi online,” ujar Rohmansyah. (ADV)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berkendara sepeda motor di jalan raya sangat berbahaya apabila pengendara belum cukup mengetahui ilmu dan teknik berkendara.
Daftar mobil listrik murah 2026 di Jogja mulai Rp100 jutaan, cocok untuk mobilitas harian dan hemat biaya BBM
Lima pendaki tersambar petir di puncak Gunung Monrolo, Maros. Satu orang meninggal dunia dan empat lainnya selamat.
Pemkab Sleman bekerja sama dengan 34 perguruan tinggi DIY untuk memperluas akses pendidikan melalui Beasiswa Sleman Pintar 2026.
Harga cabai rawit merah nasional mencapai Rp81.300 per kg berdasarkan data PIHPS Bank Indonesia, Senin (25/5/2026)
Kemenkes mencatat 1.443 kasus pemasungan penderita skizofrenia hingga triwulan I 2026 dan mendorong penguatan layanan jiwa