Efisiensi Anggaran, Bantul Genjot Pariwisata Berkelanjutan
Wakil Ketua DPRD Bantul, Agung Laksmono, mendorong pengembangan pariwisata menjadi salah satu cara Kabupaten Bantul memperkuat kemandirian fiskal di tengah kebi
Program Pengabdian Masyarakat Berbasis Perserikatan Muhammadiyah (PPM-Muhammadiyah) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) menggelar pelatihan pembuatan produk, pengemasan dan pelabelan olahan bubuk cabai dan bubuk jahe di Blunyahgede, Mlati, Sleman.
Harianjogja.com, SLEMAN—Program Pengabdian Masyarakat Berbasis Perserikatan Muhammadiyah (PPM-Muhammadiyah) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) menggelar pelatihan pembuatan produk, pengemasan dan pelabelan olahan bubuk cabai dan bubuk jahe di Blunyahgede, Mlati, Sleman. Kegiatan ini merupakan kegiatan pengabdian berbasis persyarikatan Muhammadiyah, dengan obyek pengabdian anggota Aisyiyah ranting Blunyahgede. Mlati, Sleman yang dilaksanakan pada Rabu, 31 Maret 2021 di Balai Pertemuan Aisyiyah ranting setempat.
Produk hasil pertanian pada umumnya bersifat mudah rusak, oleh karenanya diperlukan penanganan agar dapat bertahan lama. Berbagai bentuk olahan menjadi solusi agar produk tersebut menjadi lebih bermanfaat dan disukai konsumen. Cabai merupakan produk yang hampir setiap hari diperlukan sebagai bumbu masakan yang harganya sangat fluktuatif. Terlebih disaat pandemik seperti sekarang ini, beberapa bulan yang lalu harga cabai merah keriting merosot sampai ketitik terendah menjadi Rp.6.000,-/kg sehingga sangat merugikan petani cabai. Beberapa bulan kemudian harga melonjak hingga Rp. 80.000,-/kg, bahkan cabai merah rawit mencapai Rp.120.000,-/kg. Pengolahan dalam bentuk bubuk cabai sangat membantu ibi-ibu rumah tangga dalam memenuhi kebutuhan dapur sehari-hari, selain rasanya yang enak, produk olahan ini sangat praktis dan bisa tahan lama asalkan disimpan dan dikemas dengan baik. Demikian juga dengan olahan bubuk jahe, saat ini banyak diperlukan sebagai minuman segar penghangat tubuh dan dapat meningkatkan daya tahan tubuh terhadap penyakit.
“Harapan selanjutnya, mudah-mudahan kegiatan ini dapat meningkatkan ketrampilan dan sekaligus menumbuhkan jiwa kewirausahaan bagi ibu-ibu anggota Aisyiyah setempat,” kata Ketua Tim pengabdian, Ir. Pujastuti S. Dyah. M.M, yang didampingi oleh Ir. Lestari Rahayu, M.P, dosen Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian UMY.
Kegiatan ini berjalan lancar mendapat respon yang sangat baik dan dirasakan sebagai sesuatu yang bermanfaat, seperti yang disampaikan oleh Ketua Aisyiyaf Rantung Blunyahgede, Mlati, Sleman, Ibu Dyah Maharani yang mendampingi selama kegiatan berlangsung. (ADV)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Wakil Ketua DPRD Bantul, Agung Laksmono, mendorong pengembangan pariwisata menjadi salah satu cara Kabupaten Bantul memperkuat kemandirian fiskal di tengah kebi
CEO Grammy Harvey Mason Jr. tanggapi keputusan BTS mundur dari Grammy 2027. Ia sedih tapi hormati, dan klarifikasi tujuan kategori Best Asian Pop.
KPK menetapkan empat tersangka dalam kasus OTT Pemalang, termasuk Bupati Pemalang Anom Widiyantoro dan seorang staf administrasi KPK. Penyidikan dilakukan dalam
Concacaf bergabung dengan UEFA mengkritik proposal FIFA Forward Enterprise. Transparansi dan proses konsultasi menjadi sorotan utama terhadap rencana bisnis bar
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengungkap dugaan satu grup penggilingan beras meraup keuntungan hingga Rp2 triliun per bulan. Kementan menyebut potensi k
Dubai meluncurkan program "A Dubai Invite" yang menawarkan hadiah hingga 3.000 dirham bagi warga yang mengajak wisatawan asing berkunjung.