PKM UMY Kembangkan Potensi Santri Binaan Rumah Zakat

Media Digital
Media Digital Jum'at, 21 Mei 2021 19:27 WIB
PKM UMY Kembangkan Potensi Santri Binaan Rumah Zakat

Muhammad Arif Rizqi, dosen Prodi Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) mengisi Program Kemitraan Masyarakat (PKM) dengan kegiatan bertema Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia Berbasis Islami untuk Binaan Rumah Zakat, Sleman./Istimewa

Harianjogja.com, SLEMAN—Muhammad Arif Rizqi, dosen Prodi Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) mengisi Program Kemitraan Masyarakat (PKM) dengan kegiatan bertema Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia Berbasis Islami untuk Binaan Rumah Zakat, Sleman.

PKM berlangsung di  Karang Tanjung, Pendowoharjo, Sleman, 14 Maret 2021 dan 11 April 2021 dan diikuti 50 orang tua dan santri Binaan Rumah Zakat Sleman.

“Tujuan PKM kali ini adalah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan orangtua dalam mengasuh anak berdasarkan nilai Islam dan mengembangkan potensi santri agar mampu menjadi JUARA,” kata Muhammad Arif Rizqi.

Rumah Zakat merupakan lembaga filantropi yang mengelola zakat, infak sedekah, serta dana sosial lainnya melalui program-program pemberdayaan masyarakat. Program pemberdayaan direalisasikan melalui empat rumpun utama yaitu Senyum Juara (pendidikan), Senyum Sehat (kesehatan), Senyum Mandiri (pemberdayaan ekonomi), serta Senyum Lestari (inisiatif kelestarian lingkungan). Rumah Zakat tersebar hampir diseluruh wilayah di Indonesia dan salah satu cabang Rumah Zakat ada di Sleman. Program pengabdian masyarakat yang dilakukan bertujuan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia bagi binaan rumah Rumah Zakat  yang berada di Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Ada beberapa permasalahan yang ditemukan pada saat pengambilan data. Untuk permasalahan binaan Rumah Zakat (anak yatim dhuafa) terkait bagaimana mengoptimalkan potensi yang dimiliki serta bagi orangtua binaan terdapat permasalahan parenting (ortu tunggal) apalagi di tengah situasi pandemi seperti sekarang

Kegiatan pengabdian masyarakat ini berlangsung dalam dua pertemuan. Pada  pertemuan pertama dilakukan Pelatihan Keterampilan Pengasuhan Islami untuk orangtua santri. Pemateri dalam paparannya di awal acara menyampaikan tentang konsep pengasuhan/parenting serta mengajak para peserta untuk menemukan permasalahan yang ada selama peserta mengasuh anak. Pemateri dengan menggunakan teknik relaksasi mengajak para peserta untuk menjadi pribadi yang mampu mengendalikan diri sebagai seorang pengasuh/orangtua. Dalam paparannya, pemateri memberikan 5 keterampilan pengasuhan kepada peserta agar bisa dipalikasikan dalam keluarga. Pada pertemuan kedua, peserta dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah santri binaan Rumah Zakat. Acara dilakukan dengan menggunakan metode outbond dan dimulai dari pukul 07.30-11.00. Beberapa aktivitas yang dilakukan peserta yaitu menaman, membuat yel,  game kerjasama dan game komunikasi. Beberapa aktivitas yang dilakukan bertujuan untuk menanamkan nilai JUARA (Jujur, Unggul, Amanah, Rajin, Aktif) dan 5 B (Bismillaah, Berdoa, Berusaha, Baik, Bertawakal)

“Para peserta (baik orangtua maupun santri) merasa mendapatkan manfaat dari mengikuti acara tersebut. Mereka merasa sangat senang bisa belajar bersama. Disamping itu, tim Rumah Zakat menyampaikan ungkapan terima kasih atas terselenggaranya acara tersebut dan berharap semoga ke depannya program pengabdian masyarakat lainnya bisa diberikan kepada binaan Rumah Zakat Sleman,” ujar Muhammad Arif Rizqi. (ADV)

 

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Budi Cahyana
Budi Cahyana Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online