Tutup KLIC Fest 2026, Bupati : Klaten Selalu Jadi Rumah Pesepeda Dunia
Gala dinner di Candi Sewu tutup rangkaian KLIC Fest 2026 dengan pesan persahabatan internasional. Klaten kini makin mantap sebagai destinasi sport tourism dunia
Jemaah Masjid Al-Ihsan Trini, Trihanggo, Gamping, Sleman./Istimewa
Harianjogja.com, SLEMAN—Dian Eka Rahmawati, dosen Ilmu Pemerintahan Fisipol Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) dan Haryadi Arief Nuur Rasyid, dosen Ilmu Komunikasi Fisipol UMY mengadakan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) di Masjid Al-Ihsan Trini, Trihanggo, Gamping, Sleman selama Maret-Mei 2021.
Kegiatan pengabdian yang bertema Pendampingan Tata Kelola dan Promosi Perilaku Sesuai Protokol Kesehatan Covid-19 di Masjid Al-Ihsan ini diisi dengan pelatihan pembuatan SOP tata kelola peribadahan dan kegiatan takmir. Peserta sebanyak 10 orang, yaitu para pengurus takmir Masjid Al-Ihsan.
“Tujuan PKM ini adalah meningkatkan kemampuan pengurus takmir untuk membuat SOP tata kelola peribadahan dan kegiatan takmir dengan mematuhi protokol kesehatan covid-19, sehingga masjid turut berkontribusi dalam pemutusan rantai penyebaran covid-19 di kalangan jamaah,” kata Dian Eka, ketua PKM UMY di Masjid Al-Ihsan Trini
Sebelum terjadinya pandemi, kegiatan ibadah di Masjid Al-Ihsan secara offline cukup sering dilaksanakan secara teratur seperti jamaah sholat wajib, jamaah sholat jumat, pengajian umum setiap sabtu malam dengan mengundang ustadz dari luar, peringatan hari besar dan hari raya, taman pendidikan Al Qura’an untuk anak usia TK dan SD yang dilaksanakan setiap jumat sore, dan lain sebagainya. Namun, dengan adanya pandemi Covid-19, hasil rapat Takmir memutuskan bahwa pelaksanaan ibadah di Masjid Al-Ihsan hanya dibatasi untuk kegiatan sholat wajib dan sholat jumat dengan mengikuti protokol kesehatan Covid-19.
Kondisi ini tentu berdampak pada kemakmuran masjid, yang semula ramai dengan aktivitas rutin dan aktivitas khusus, saat ini secara offline hanya terbatas untuk jamaah sholat wajib dan sholat jumat. Pelaksanaan kedua aktivitas ibadah itupun masih menghadapi persoalan, yaitu masih belum tertibnya jamaah mengikuti protokol kesehatan Covid-19 dan terpecahnya pendapat di kalangan jamaah menyikapi keputusan Takmir tersebut. Sebagian jamaah tertib mengikuti keputusan takmir dan melaksanakan protokol Covid-19 dengan baik, namun sebagian jamaah masih mengabaikannya. Bahkan ada yang menganggap bahwa sakit dan mati sudah merupakan takdir dari Allah, terkena Covid-19 pun ketentuan dari Allah.
Pada tahap perencanaan, tim pengabdi melakukan observasi ke lokasi, wawancara dengan mitra, dan wawancara dengan beberapa jamaah masjid untuk mengidentifikasi permasalahan peribadahan selama masa pandemic covid-19 di Masjid Al-Ihsan. Setelah melakukan observasi dan wawancara dengan takmir masjid, persoalan masih belum tertibnya jamaah mengikuti protokol kesehatan Covid-19 saat melakukan aktivitas ibadah di masjid berkaitan dengan tata kelola informasi pelaksanaan ibadah yang belum baik yaitu 1). Takmir Masjid Al-Ihsan belum memiliki Standar Operating Procedure (SOP) berkaitan dengan pelaksanaan ibadah dan kegiatan ketakmiran sesuai dengan protokol kesehatan Covid-19; 2). Masih terbatasnya edukasi kepada masyarakat tentang tata kelola ibadah pada masa pandemic Covid-19.
Selanjutnya disepakati solusi yang dilakukan bersama antara tim abdimas dengan takmir Masjid Al-Ihsan dalam kegiatan pengabdian ini.
Pertama, tata kelola ketakmiran berupa pembuatan Standar Operating Procedure (SOP) berkaitan dengan pelaksanaan ibadah dan kegiatan ketakmiran sesuai dengan protokol kesehatan Covid-19. Kedua, pembuatan media promosi SOP pelaksanaan ibadah dan kegiatan ketakmiran sesuai dengan protokol kesehatan Covid-19 dalam bentuk info grafis yang menarik dan mudah dipahami bagi jamaah masjid.
Pada tahap pelaksanaan, dilakukan tiga kali pelatihan dan pendampingan penyusunan SOP pelaksanaan ibadah dan kegiatan ketakmiran sesuai dengan protokol kesehatan Covid-19 sebagai bagian dari manajemen masjid berbasis health transition pada masa pandemi covid-19. Kegiatan pelatihan dan pendampingan ini menghasilkan beberapa SOP.
“Pelatihan dan pendampingan yang dilakukan oleh tim pengabdi telah meningkatkan kemampuan dan kemandirian pengurus takmir untuk membuat SOP sebagai bagian dari tata kelola ketakmiran. Peserta pelatihan dan pendampingan dipilih dengan memperhatikan unsur regenerasi yang diusulkan oleh takmir. Dengan demikian, kegiatan ini akan berkelanjutan sekalipun kegiatan pengabdian sudah selesai. Nilai lebih dari kegiatan pengabdian “Pendampingan Tata Kelola dan Promosi Perilaku Sesuai Protokol Kesehatan Covid-19 di Masjid Al-Ihsan” ini, tidak hanya berhenti pada peningkatan kemampuan takmir dalam tata kelola ketakmiran, dalam hal ini pembuatan SOP, namun lebih jauh takmir Masjid Al-Ihsan juga telah mengimplementasikan SOP tersebut dalam kegiatan: jamaah sholat fardhu, jamaah sholat jum’at, jamaah sholat tarawih, jamaah sholat ied, dan pemeliharaan masjid pada masa pandemi,” kata Dian Eka. (ADV)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gala dinner di Candi Sewu tutup rangkaian KLIC Fest 2026 dengan pesan persahabatan internasional. Klaten kini makin mantap sebagai destinasi sport tourism dunia
Jadwal KRL Solo–Jogja 25 Mei 2026 lengkap dari Palur hingga Tugu. Tarif Rp8.000, keberangkatan padat dari pagi hingga malam.
Timnas Iran memindahkan markas ke Meksiko jelang Piala Dunia 2026 demi mengatasi masalah visa dan keamanan.
Kepuasan pelanggan KAI Daop 6 Jogja terus meningkat hingga 4,55 pada 2025. Layanan makin nyaman, aman, dan ramah lingkungan.
BNPB mengimbau masyarakat waspada cuaca ekstrem usai BMKG memprediksi hujan lebat disertai angin kencang di sejumlah wilayah Indonesia.
Jadwal KRL Jogja-Solo terbaru 25 Mei 2026 lengkap. Tarif Rp8.000, berangkat hampir tiap jam, solusi cepat anti macet.