Runtuhkan Sekat Perbedaan, Kisah Biarawati Katolik Raih Magister Kebidanan di UNISA
Biarawati Katolik asal Timor-Leste, Suster Dulce Maria Guterres, meraih gelar Magister Kebidanan di UNISA Yogyakarta dan berbagi kisah toleransi.
Desi Susilawati, SE,M.Sc,CTA, dosen D3 Akuntansi Program Vokasi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta mengisi Program Kemitraan Masyarakat (PKM) dengan kegiatan bertemaPeningkatan Kesadaran Kelola Sampah Rumah Tangga dan Inisiasi Pinjaman Bergulir Syariah Pada Kelompok Bank Sampah di Bumijo, Kecamatan Jetis, Jogja./Istimewa
Harianjogja.com, JOGJA—Desi Susilawati, SE,M.Sc,CTA, dosen D3 Akuntansi Program Vokasi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta mengisi Program Kemitraan Masyarakat (PKM) dengan kegiatan bertema Peningkatan Kesadaran Kelola Sampah Rumah Tangga dan Inisiasi Pinjaman Bergulir Syariah Pada Kelompok Bank Sampah di Bumijo, Kecamatan Jetis, Jogja.
PKM berlangsung di Bank Sampah Bedeng Berseri Bumijo Kulon JT I Rt 035 Rw 08 Bumijo. Sasaran dalam program kerja ini adalah warga masyarakat di Bunijo Kulon JT I RT 035/008 baik yang telah tercatat sebagai anggota Bank Sampah Bedeng Berseri dan yang belum
“Dilaksanakannya bank sampah ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai menjaga kebersihan lingkungan. Namun kami mencoba membangkitkan awareness warga masyarakat untuk menjaga kebersihan dan dapat mengelola sampah secara mandiri yang nantinya dapat dipergunakan untuk penghasilan tambahan. Bank sampah yang sudah berjalan satu tahun ini memang masih sedikit nasabahnya. Pengabdi melakukan inisasi membentuk modal dana pinjaman bergulir Syariah untuk meningkatkan partisipasi warga dan menghindari riba,” kata Desi.
Menurut dia, sampah dianggap sebagai barang yang tidak berguna. Masyarakat mempunyai kebiasaan membakar sampah begitu saja karena di anggap lebih praktis agar tidak menumpuk di rumah. Hal ini dapat membahayakan kesehatan pernafasan dan juga kerusakan lingkungan. Sampah merupakan permasalahannya tidak akan habisnya, identik dengan bau, kotor dan sumber berbagai penyakit, namun jika dikelola dengan baik dapat menjadi produk bernilai ekonomis
Namun di tangan warga Bumijo Kulon Rt 035 Rw 08 khususnya ibu rumah tangga yang bergabung dalam kelompok Bank Sampah Bedeng Berseri, sampah rumah tangga menjadi bernilai guna dan bermanfaat. Sampah dan permasalahannya tidak akan habisnya, identik dengan bau, kotor dan sumber berbagai penyakit, namun jika dikelola dengan baik dapat menjadi produk bernilai ekonomis
Selama ini warga telah menjalankan program yang disebut Bank sampah Bedeng berseri .Sampah yang ada dikumpulkan , di pilah dan di timbang setiap bulannya di minggu ke empat . Namun Lembaga sampah yang di kelola Ibu PKK ini masih menyisakan permasalahan yaitu sampah menumpuk sebelum di jual kepada pengepul . Keanggotaan Bank sampah terbilang masih kurang. Untuk meningkatkan partisipasi warga, pengabdi dan pengurus membentuk dana /modal pinjaman bergulir dengan skema syariah pinjaman bergulir Syariah yang tentunya mekanisme pinjaman berbeda dengan konvensional untuk terhindar dari riba.
“Program Kemitraan Masyarakat (PKM) UMY hadir di tengah masyarakat guna membantu menuntaskan permasalahan tersebut. Program ini memberikan hibah peralatan untuk menyimpan sampah sebelum di jual ke pengepul dan pembentukan dana pinjaman bergulir Syariah sehingga dapat menghindari riba. Yang kami lakukan yakni penguatan kelembagaan pengurus Bank Sampah, Meningkatkan partisipasi warga dan memperbaiki manajemen pengelolaan Bank sampah. Pada kesempatan ini juga dijalankan program Bank sampah Sampah untuk semua warga dan pelatihan pembukuan bagi pengelola sehingga tercipta tertib adminitrasi,” ujar Desi.
Program ini sangat disambut baik oleh warga dan sejalan dengan apa yang selama ini telah dijalankan oleh masyarakat. Hal ini terlihat pula meningkatnya peran serta partisipasi jumlah warga yang ikut dalam program dari 15 orang menjadi 27 orang. Kepengurusan semakin baik, setelah diadakan restrukturisasi dan hibah pembentukan modal simpanan Bergulir Syariah
Program pengabdian ini diharapakan mampu mengubah pedoman masyarakat 3R yaitu Reduce, Reuse dan Recycle yaitu mengurangi penguunaan bahan- bahan yang bisa merusak lingkungan, memakai kembali barang- barang yang sudah pernah digunakan dan mendaur ulang barang- barang yang sudah digunakan menjadi 5M (Mengurangi, Memilah, Memnafaatkan, Mendaur ulang dan Menabung sampah. (ADV)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Biarawati Katolik asal Timor-Leste, Suster Dulce Maria Guterres, meraih gelar Magister Kebidanan di UNISA Yogyakarta dan berbagi kisah toleransi.
Komjen Wahyu Hadiningrat resmi menjadi Wakapolri mendampingi Jenderal Suyudi Ario Seto. Simak profil dan rekam jejaknya.
Link live streaming Indonesia vs Bangladesh di FIFA ASEAN Cup 2026 tersedia di Vidio dan YouTube. Simak jadwal dan cara menontonnya.
Satoria Hotel Yogyakarta merayakan ulang tahun ke-9 dengan tema “Together We 9row” melalui berbagai kegiatan kesehatan, sosial, lingkungan, dan pengembangan dir
Komite MAN 2 Bantul menjelaskan soal Rp4,2 juta yang ramai di media sosial. Nominal disebut bukan tarif wajib bagi wali murid.
Capaian CKG Kulonprogo baru 119.172 dari 459.782 sasaran. Dinkes memperluas pemeriksaan hingga Kantor Pemkab Kulonprogo.