Kasus Gangguan Mental di Solo Melonjak, Kader Posyandu Dilatih Deteksi
Kasus warga yang dirujuk untuk penanganan kesehatan mental di Solo mencapai 13,95% pada triwulan II 2026.
Pelatih tim nasional Denmark Kasper Hjulmand/WHBL
Harianjogja.com, JAKARTA – Penyerang timnas Wales dan Real Madrid, Gareth Bale tidak masalah jika timnya disebut sebagai Underdog pada babak 16 besar EURO 2020.
Bertanding melawan Denmark di babak 16 besar Sabtu (26/6/2021) di Amsterdam Arena, banyak anggapan jika Wales merupakan tim Underdog pada babak kali ini.
Hal tersebut juga diperkuat dengan tidak bisanya pendukung Wales untuk menonton langsung di Amsterdam Arena karena adanya kebijakan dari pemerintah Belanda tentang negara yang aman dari Covid-19. Namun, Bale menganggap pelabelan tentang tim Underdog itu normal dilabelkan pada tim mereka.
"Kami selalu diunggulkan dan terbiasa dengan label itu. Itu tidak membuat perbedaan bagi kami,” ujar Bale dilansir dari SkySport.
Akan tetapi di satu sisi, Bale menilai Denmark merupakan tim yang kuat pada pagelaran turnamen tahun ini. Hal itu berkaitan dengan mampunya Denmark bangkit dari kekalahan pertama mereka melawan Finlandia dan bangkit setelah melihat secara langsung anggota tim mereka, Eriksen kolaps pada pertandingan itu.
"Betapa hebatnya pekerjaan yang dilakukan tim Denmark dengan itu. Tetapi pada hari pertandingan besok, hanya kami dan mereka yang berada di lapangan, dan mudah-mudahan kami bisa menampilkan performa hebat dan menyelesaikan pekerjaan," pungkasnya.
Bale juga menyebut pada pertandingan nanti timnya akan bermain sekuat tenaga dan tidak menghiraukan pelabelan Underdog pada pertandingan nanti.
“Ini adalah tantangan besar lainnya. Kami tahu Denmark adalah tim yang sangat bagus, sangat terorganisir dengan baik dan memiliki beberapa pemain yang sangat bagus. Jadi mereka tidak akan diremehkan oleh kami. Kami akan siap untuk memulai kick-off dan menampilkan performa besar,” tutupnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis Indonesia
Kasus warga yang dirujuk untuk penanganan kesehatan mental di Solo mencapai 13,95% pada triwulan II 2026.
Memetri Kaistimewan DIY digelar di Lapangan Paseban Bantul, Sabtu 15 Agustus 2026. Ada senam, donor darah, jathilan, workshop hingga pertunjukan tari kolosal.
Persoalan stunting atau tengkes di Sleman dinilai tidak bisa hanya dilihat dari kondisi ekonomi keluarga.
Gempa 7 magnitudo mengguncang NTT pada Sabtu pagi. Getaran terasa hingga Lombok dan BMKG menerbitkan peringatan dini tsunami.
Kemenkes mencatat 15,6 juta kasus ISPA hingga Agustus 2026. Kemarau, polusi, dan kualitas udara turut menjadi perhatian.
Website Genhi hadir untuk mengintegrasikan 10 bank sampah di Purwokinanti sekaligus memudahkan komunikasi dan pendaftaran nasabah.