Rektor UMY Dampingi Petani Buat Pupuk Organik Berkualitas

Media Digital
Media Digital Sabtu, 03 Juli 2021 00:27 WIB
Rektor UMY Dampingi Petani Buat Pupuk Organik Berkualitas

Dr. Ir. Gunawan Budiyanto, M.P., IPM, dosen Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah mendampingi Jamaah Tani Muhammadiyah (Jatam) dalam membuat in situ pupuk organik berkualitas./Istimewa

Harianjogja.com, SLEMAN—Dr. Ir. Gunawan Budiyanto, M.P., IPM, dosen Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah mendampingi Jamaah Tani Muhammadiyah (Jatam) dalam membuat in situ pupuk organik berkualitas.

Lewat Program Pengabdian Masyarakat Berbasis Perserikatan Muhammadiyah (PPM-Muhammadiyah), Rektor UMY tersebut membuat kegiatan bertema Peningkatan Kapasitas Jamaah Tani Muhammadiyah (Jatam) dalam Pembuatan In Situ Pupuk Organik Berkualitas.

Program pengabdian masyarakat ini berlangsung di Nogotirto, Gamping, Sleman, 12 April 2021, dan diikuti tujuh anggota Jamaah Tani Muhammadiyah.

“Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kemampuan petani dalam memperbaiki kuantitas dan kualitas kesuburan tanah lahan budidaya tanaman melalui peningkatan populasi cacing tanah dan penambahan limbah usaha,” kata Gunawan.

Sosialisasi sumber bahan organik dan perbaikan tanah secara in situ dan ex situ. Perbaikan tanah secara in situ dilakukan di dalam atau di area lahan. Perbaikan tanah secara in situ yang telah dilakukan yaitu penambahan bonggol pisang yang telah di cacah di lahan. Selain itu, perbaikan tanah secara in situ dilakukan dengan inokulasi cacing tanah.

Perbaikan tanah secara ex situ dilakukan dengan penambahan kompos yang telah dibuat di luar lahan. Kompos tersebut bisa berasal dari limbah rumah tangga ataupun limbah pertanian. Untuk mendukung hal tersebut, telah dilakukan penyerahan dekomposter yang dilaksanakan pada tanggal 12 April 2021.

“Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi petani. Diharapkan dengan pemberian dekomposter tersebut, petani dapat mempercepat proses pengomposan dan membantu percepatan perbaikan lahan. Hasil dari pengabdian ini yaitu pengetahuan petani meningkat tentang perbaikan tanah secara in situ dan ex situ, pelatihan penilaian lahan, dan pemanfaatan dekomposter untuk mempercepat pengomposan (perbaikan tanah secara ex situ),” ujar Gunawan. (ADV)

 

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Budi Cahyana
Budi Cahyana Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online