UMY Kenalkan Gerakan Shadaqah Bebas Riya dan Bernilai Edukasi

Media Digital
Media Digital Sabtu, 03 Juli 2021 08:27 WIB
UMY Kenalkan Gerakan Shadaqah Bebas Riya dan Bernilai Edukasi

Program Pengabdian Masyarakat Berbasis Perserikatan Muhammadiyah (PPM-Muhammadiyah) Universitas Muhammadiyaj Yogyakarta (UMY) yang diinisiasi Dr. Ir. Gatot Supangkat, M.P., IPM, dosen Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, membangun Gerakan Shadaqah Bebas Riya dan Bernilai Edukasi./Istimewa

Harianjogja.com, SLEMAN—Program Pengabdian Masyarakat Berbasis Perserikatan Muhammadiyah (PPM-Muhammadiyah) Universitas Muhammadiyaj Yogyakarta (UMY) yang diinisiasi Dr. Ir. Gatot Supangkat, M.P., IPM, dosen Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, membangun Gerakan Shadaqah Bebas Riya dan Bernilai Edukasi.

Program pengabdian kepada masyarakat itu berlangsung di Gedung Dakwah Muhammadiyah, PRM Balecatur Selatan, Perum Puri Balecatur Asri No 1, Temuwuh Kidul RT 04 RW 54, Balecatur, Gamping, Sleman, 2 Mei 2021. Kegiatan diikuti 10 warga Muhammadiyah di wilayah Desa Balecatur.

“Permasalahan yang ditemukan, yaitu kesadaran akan pentingnya shadaqah belum optimal, sehingga belum mampu mendukung kegiatan produktif PRM Basel, shadaqah atau infaq yang dilakukan warga masih konservatif, dukungan dana setiap kegiatan dilakukan secara spontan, sehingga tidak stabil. Oleh karena itu, dilaksankan Pengenalan Program Shadaqah/Infaq Bebas Riya’ dan Bernilai Edukasi dan Praktik Shadaqah/Infaq Bebas Riya’ dan Bernilai Edukasi,” ujar Gatot.

Praktik Shadaqah/Infaq Bebas Riya’ dan Bernilai Edukasi ini dilaksanakan setelah pengenalan. Dalam kegiatan ini dilakukan penyerahan peralatan/media shadaqah berupa gentong plastik warna, cutter dan lakban. Teknis Shadaqah Bebas Riya dan Bernilai Edukasi  dilakukan dengan cara penitipan tempat menabung dari bahan plastic pada semua warga Muhammadiyah PRM Basel. Selanjutnya, tiap minggu tabungan plastik tersebut diambil dari rumah semua warga tanpa pemberian tanda apa pun, dan langsung dimasukkan dalam karung. Setelah terkumpul semua, tabungan plastik tersebut disobek bagian bawah dengan bantuan cutter, dan uang dikeluarkan kemudian dihitung. Tabungan yang telah robek ditutup lagi dengan selotif atau lagban hitam. Tabungan yang sudah ditutup bekas sobekannya dengan rapi, maka dibagikan lagi ke rumah seluruh warga Muhammadiyah PRM Basel. Kegiatan ini dilakukan secara berkesinambungan. Harapannya, dengan pengenalan dan praktik ini warga akan semakin sadar akan pentingnya shadaqah yang bebas riya’ sehingga kegiatan PRM Basel dapat berjalan produktif.

“Kesadaran pentingnya shadaqah bagi warga kami belum optimal, sehingga kegiatan ini sangat bermanfaat untuk kelancaran kegiatan PRM Basel kedepannya. Harapannya, dengan pengenalan dan praktik ini warga akan semakin sadar akan pentingnya shadaqah yang bebas riya’ sehingga kegiatan PRM Basel dapat berjalan produktif,” ucap Gatot. (ADV)

 

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Budi Cahyana
Budi Cahyana Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online