Jalan Mulus Permudah Aktivitas Ekonomi Warga Bantul
Pembangunan dan pemeliharaan jalan di Bantul membantu petani dan pelaku UMKM memperlancar mobilitas, distribusi hasil panen, serta pemasaran produk.
Pelatihan Pemenuhan Gizi Seimbang pada Anak Palsi Serebral pada Komunitas Wahana Keluarga Celebral Palsy (WKCP) Yogyakarta./Istimewa
Harianjogja.com, JOGJA—dr. Gina Puspita, M.Sc,Sp.A, dosen Program Studi Kedokteran Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) mengisi Program Kemitraan Masyarakat (PKM) dengan Pelatihan Pemenuhan Gizi Seimbang pada Anak Palsi Serebral pada Komunitas Wahana Keluarga Celebral Palsy (WKCP) Yogyakarta.
Kegiatan ini berlangsung pada 25 April dan diikuti 36 anggota Wahana Keluarga Cerebral Palsy.
“Tujuannnya adalah meningkatkan pengetahuan orangtua/pengasuh ABK (anak berkebutuhan khusus) di WKCP mengenai gizi seimbang yang komplit dan penyajian makanan serta permasalahan yang sering dihadapi selama pemberian makan pada anak palsi serebral,” ujar Gina
Kegiatan pelatihan pemenuhan gizi seimbang pada anak palsi serebral berkerjasama dengan komunitas Wahana Keluarga Cerebral Palsy (WKCP) yang diketuai oleh Hertiana Prasetyawati, dimulai dengan tahap persiapan.
Pada tahap persiapan disepakati dengan mitra pengabdian bahwa proses pelatihan menggunakan metode penyampaian materi melalui via Whatsapp yang dibentuk 1 minggu sebelum acara berlangsung yang menggunakan metode via online Zoom dan Youtube pada hari pelaksanaan untuk pemaparan materi.
“Selain itu, kami juga membuat modul pelatihan untuk memudahkan peserta memahami sebelum dimulainya kuliah online,” kata dia.
Pemilihan metode tersebut telah disepakati sebagai pertimbangan orangtua yang sulit untuk membawa anak ataupun meninggalkan anaknya sehingga dapat lebih fokus dalam mengikuti pelatihan.
Rekrutmen peserta telah dilakukan dengan penyebaran flyer pada komunitas WKCP. Peserta juga dikumpulkan dalam grup whatsapp pada 1 minggu sebelum live streaming berlangsung.
Narasumber yakni Rofi Nur Hanifah P, S.Gz,RD sebagai Dietisien RSUP Dr Sardjito Yogyakarta dan dr Gina Puspita, M.Sc,Sp.A sebagai dokter spesialis anak di RS AMC Muhammadiyah Yogyakarta memberikan penjelasan materi singkat melalui kulwap dan diskusi singkat dengan para anggota WKCP untuk mengetahui permasalahan yang paling sering dihadapi selama pemberian makan pada anak. Berbagai pertanyaan telah dilontarkan oleh para peserta.
Pada materi pertama mengenai nilai kandungan gizi dan permasalahan gizi terkait anak palsi serebral beberapa peserta mengeluhkan bahwa sulit memberikan makan pada anak karena anak mengalami kesulitan menelan dan beberapa juga mengeluhkan kurangnya pengetahuan dari para ibu mengenai komposisi karbohidrat, protein, dan lemak yang sesuai untuk memenuhi gizi anak palsi serebral.
Pada materi kedua mengenai pengukuran antropometri pada anak palsi serebral dan faktor risiko kejadian malnutrisi pada anak palsi serebral juga mendapatkan beberapa pertanyaan yang beragam. Salah satunya adalah mengenai pembacaan kurva growth chart yang benar untuk anak palsi serebral dan kesulitan kenaikan berat badan pada anak palsi serebral yang dirasa oleh orangtua sangat melambat.
Pertanyaan tersebut dikumpulkan dan didiskusikan secara online dengan melalui Zoom dan streaming youtube diawali dengan penjelasan materi secara singkat. Pemberian doorprize diberikan kepada 10 peserta dengan pertanyaan yang paling menarik. Feedback dari pelaksanaan dilakukan dengan pengisian melalui googleform feedback. Seluruh peserta merasa puas dengan materi, metode pengabdian, penyampaian materi oleh narasumber, dan waktu pelaksanaan dari pengabdian LP3M UMY.
“Saya sangat senang dengan acara webinar ini karena sangat membantu sekali dalam meningkatkan pengetahuan kami untuk menyiapkan makanan dan mengukur status gizi dari anak-anak kami. Berharap ada season 2 dari pelaksanaan webinar ini kedepannya,” kata salah satu peserta, Tri Utami. (ADV)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pembangunan dan pemeliharaan jalan di Bantul membantu petani dan pelaku UMKM memperlancar mobilitas, distribusi hasil panen, serta pemasaran produk.
Penutupan kali di belakang Kantor Pemkab Gunungkidul menelan Rp1,019 miliar untuk pembangunan parkir Taman Kuliner Wonosari.
Biarawati Katolik asal Timor-Leste, Suster Dulce Maria Guterres, meraih gelar Magister Kebidanan di UNISA Yogyakarta dan berbagi kisah toleransi.
Lelang cabai digital di Bantul membantu petani mendapat harga lebih tinggi dibanding pengepul, dengan total 1,7 ton sudah dilelang.
Empat EWS tsunami di pantai Gunungkidul mengalami kerusakan. BPBD menyiapkan Rp165 juta dan perbaikan dimulai Oktober 2026.
Bupati Gowa Sitti Husniah menjalani pemeriksaan perdana sebagai tersangka dugaan korupsi pemerasan dan TPPU senilai Rp1,1 miliar.