CEO GOTO Ungkap Strategi Bikin Cuan Perusahaan
GOTO mencatat laba bersih Rp252 miliar pada kuartal II-2026. Bisnis Fintech menjadi kontributor utama dan melampaui ODS untuk pertama kalinya.
Pemberdayaan Perempuan Menuju Produksi Keju Artisan yang Zerowaste./Istimewa
Harianjogja.com, SLEMAN—Grace Lestariana Wonoadi, SIP., MSi. Dosen Hubungan Internasional Fisipol Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) menginisiasi Program Kemitraan Masyarakat (PKM) bertema Pemberdayaan Perempuan Menuju Produksi Keju Artisan yang Zerowaste.
Program Kemitraan Masyarakat (PKM) ini berlangsung di Rumah Keju Jogja - Sleman, Feburari - Juli 2021 dan diikutu 15 warga terdampak Covid-19 di seputar Rumah Keju Jogja
“Tujuannnya adalah memanfaatkan whey yang merupakan limbah produksi keju sehingga meningkatkan daya saing Rumah Keju Jogja (RKJ) sebagai produsen keju artisan yang Zerowaste dan memberi peluang usaha kepada perempuan terdampak COVID-19,” kata Grace.
Program Kemitraan Masyarakat (PKM) ini dibagi dalam dua kegiatan besar. Kegiatan pertama berupa Focus Group Discussion mengenai Zerowaste production dan potensi limbah keju untuk diversifikasi produk RKJ yang bersifat orisinil. Dari sini dikembangkan rancangan alat produksi kerupuk whey yang bersifat tepat guna. Kegiatan kedua berupa pelatihan produksi kerupuk whey bagi warga terdampak Covid-19. Sehubungan dengan keadaan pandemi COVID-19, pelatihan dilakukan dalam dua gelombang dengan jumlah peserta terbatas dan menerapkan protokol kesehatan.
Menurut Rurui Indirasari, Ketua Komunitas RKJ, kerupuk whey adalah ide orisinil dan sangat membumi.
“Kami juga berkomitmen untuk mempertahankan sertifikasi halal yang telah didapat pada periode yang lalu,” kata dia.
Antusiasme atas gagasan pemanfaatan whey juga datang dari para peserta, pelaku UMKM kuliner. Selama ini whey telah digunakan sebagai pengganti susu, santan, ataupun air kelapa dalam produk kuliner. Namun, membuat kerupuk whey adalah sesuatu yang berbeda. "Rasanya unik, tampilannya cantik, harganya pun cukup menjanjikan untuk memdukung perbaiki ekonomi keluarga yang terdampak pandemi."
Tantangan terbesar produksi kerupuk adalah kepastian pengeringan agar terhindar dari ancaman jamur di musim hujan. Oleh karena itu, realisasi pengering kerupuk yang ramah energi dengan harga terjangkau menjadi kebutuhan. Semoga PPKM segera usai agar kolaborasi Tim PKM Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Universitas Janabadra, dan Rumah Keju Jogja serta Hari Mukti Teknik Bantul segera dapat menyelesaikan alat pengering tepat guna ini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
GOTO mencatat laba bersih Rp252 miliar pada kuartal II-2026. Bisnis Fintech menjadi kontributor utama dan melampaui ODS untuk pertama kalinya.
BNNP DIY bersama Bandara YIA mengedukasi pelajar Kulonprogo tentang bahaya narkoba. Peredaran pil sapi disebut menjadi ancaman serius bagi generasi muda.
Airlangga Hartarto optimistis sistem BI tetap solid saat transisi gubernur. KSSK memastikan kebijakan pro pertumbuhan dan pro stabilitas berlanjut.
Prabowo menyebut Indonesia berpeluang menjadi ekonomi keempat dunia dalam 25 tahun dan meminta lulusan IPDN 2026 menyiapkan diri menjadi pemimpin bangsa.
Menkop Ferry Juliantono menyebut minat generasi muda terhadap koperasi meningkat, ditandai lahirnya koperasi kreator konten, animator, dan petani milenial.
Pemkab Gunungkidul menyiapkan lahan 4 hektare untuk TPST Wukirsari. Proyek menunggu bantuan Pemerintah Pusat dan ditarget mulai dibangun 2027.