Disnakertrans DIY Dorong Penyandang Disabilitas Naik Kelas

Media Digital
Media Digital Senin, 18 Mei 2026 20:12 WIB
Disnakertrans DIY Dorong Penyandang Disabilitas Naik Kelas

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) DIY, Ariyanto Wibowo (tengah) sedang membuka sarasehan Pembekalan Kewirausahaan Tenaga Kerja Mandiri Disabilitas 2026 di Hotel Cakra Kusuma, Depok, Sleman, Senin (18/5)./ Harian Jogja/Andreas Yuda Pramono 

PEMBERDAYAAN MASYARAKAT: Disnakertrans DIY Dorong Penyandang Disabilitas Naik Kelas lewat Pelatihan

SLEMAN - Penyandang disabilitas saat ini telah menjadi bagian dari kelompok masyarakat yang memainkan peran yang sama pentingnya dengan masyarakat umum dalam sektor ekonomi. Bergerak di sektor UMKM, mereka ikut menopang perekonomian nasional dan daerah.

Pemda DIY kemudian menangkap peluang tersebut dengan menyelenggarakan kebijakan dan program bagi penyandang disabilitas. Salah satu progam itu adalah Pembekalan Kewirausahaan Tenaga Kerja Mandiri Disabilitas 2026 yang digelar di Hotel Cakra Kusuma, Caturtunggal, Depok, Sleman, Senin (18/5).

Acara ini digelar utamanya untuk mendorong penyandang disabilitas agar mandiri secara ekonomi melalui program pembekalan kewirausahaan berbasis kuliner dan pemasaran digital. Program ini tak hanya memberikan pelatihan, tetapi juga bantuan peralatan usaha agar peserta bisa langsung memulai atau mengembangkan usahanya.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnaker) DIY, Ariyanto Wibowo, mengatakan pelatihan ini menjadi salah satu solusi atas masih terbatasnya akses kerja bagi penyandang disabilitas di sektor formal. Menurutnya, banyak perusahaan belum sepenuhnya ramah terhadap tenaga kerja disabilitas karena keterbatasan jenis pekerjaan maupun keterampilan yang dibutuhkan industri. “Karena itu kami mengalihkan kesempatan kerja menjadi kesempatan berusaha. Peserta tidak hanya dilatih, tetapi juga mendapatkan bantuan hibah peralatan usaha agar bisa langsung menjalankan usaha mandiri,” kata Ariyanto di Hotel Cakra Kusuma, Senin.

Pelatihan tahun ini difokuskan pada sektor pengolahan makanan dan minuman. Disnakertrans DIY menilai bidang kuliner lebih mudah diimplementasikan karena dekat dengan kebutuhan pasar dan memiliki peluang pemasaran luas melalui marketplace maupun media sosial.

Selain keterampilan produksi makanan, peserta juga dibekali kemampuan digital marketing agar mampu memperluas pasar dari rumah.

Disnakertrans DIY bahkan membuka akses pendampingan lanjutan melalui Balai Latihan Kerja dan Pengembangan Produktivitas (BLKPP) DIY bagi peserta yang ingin meningkatkan kapasitas usaha maupun keterampilannya.

Program TKM Disabilitas 2026 diikuti 20 peserta dari empat kelompok disabilitas di DIY. Mereka berasal dari beragam ragam disabilitas, mulai tunadaksa hingga tunarungu. Selama pelatihan, peserta mendapat pendampingan, konsumsi, hingga uang transport.

Memperluas Usaha

Ariyanto menegaskan, paradigma terhadap penyandang disabilitas harus berubah. Menurutnya, difabel bukan sekadar objek bantuan sosial, melainkan subjek pembangunan yang memiliki hak dan kesempatan yang sama untuk berkembang. “Penyandang disabilitas memiliki kreativitas, ketekunan, dan daya tahan tinggi. Banyak yang berhasil di sektor kuliner, kerajinan, jasa digital, hingga usaha berbasis teknologi,” katanya.

Disnakertrans DIY juga berencana melakukan monitoring terhadap perkembangan usaha peserta setelah pelatihan selesai. Dokumentasi perkembangan usaha nantinya akan dijadikan contoh keberhasilan bagi kelompok disabilitas lain di DIY.

Salah satu peserta, Sri Wahyuni, mengaku optimistis pelatihan tersebut bisa membantu memperluas usahanya. Tuna daksa asal Wirobrajan, Kota Jogja ini menjalankan usaha jamu dan aneka makanan ringan secara mandiri. “Harapannya usaha saya bisa semakin maju dan berkembang. Walaupun disabilitas, jangan minder. Kami punya hak yang sama untuk mencari rezeki,” kata Wahyuni.

Sri mengaku selama ini belajar secara autodidak melalui internet untuk mengembangkan produknya. Ia juga aktif mengikuti berbagai kegiatan UMKM di Jogja untuk memperluas jaringan pemasaran.

Melalui program ini, Disnakertrans DIY berharap lahir pelaku usaha baru dari kalangan difabel yang mampu mandiri, berdaya saing, bahkan membuka lapangan kerja baru di masyarakat. (Andreas Yuda Pramono/*)

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Ujang Hasanudin
Ujang Hasanudin Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online