Bea Keluar Emas Nyaris Nol, Purbaya Ungkap Modus Eksportir
Purbaya menyebut penerimaan bea keluar emas nyaris nol. Dari target Rp3 triliun 2026, realisasi hingga Semester I baru 0,03%.
Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono alias AHY menyampaikan keterangan kepada wartawan terkait pernyataan Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko di Jakarta, Senin (23/3/2021). /ANTARA FOTO-M RISYAL HIDAYAT
Harianjogja.com, JAKARTA—Rencana deklarasi 'koalisi perubahan' antara Partai Demokrat, Nasional Demokrat (NasDem) dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tampaknya masih terhadang karena tarik ulur terkait sosok calon wakil presiden (cawapres) pendamping Anies Baswedan.
Ketiga partai koalisi tersebut belum sepakat. Partai Demokrat mendorong Ketua Umumnya, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) untuk mendampingi Anies Baswedan.
BACA JUGA: AHY Deklarasikan Diri Siap Jadi Cawapres
Sementara, PKS telah menawarkan sosok Ahmad Heryawan sebagai pendamping Anies Baswedan.
AHY saat memberikan keterangan resminya memaparkan bahwa terkait apakah sosok Cawapres itu dirinya atau bukan, putra sulung Susilo Bambang Yudhoyono itu mengatakan ketiga parpol akan terus membicarakannya.
Mereka, lanjutnya, tak akan memaksakan kehendak masing-masing namun akan memilih secara objektif.
“Kita hari ini terus mencari pasangan yang terbaik kans kemenangannya. Tidak boleh berdasarkan like or dislike, enggak boleh asal suka atau tidak suka. Preferensi itu sangat subjektif,” jelas AHY saat menemui awak media di Kantor DPP Demokrat, Jakarta, Kamis (12/1/2022).
Dia mengingatkan, politik penuh dengan misteri dan kejutan.
Oleh sebab itu, Demokrat akan terus berusaha untuk mencapai kata sepakat dengan NasDem dan PKS terkait nama cawapres.
AHY memberi kode, pasangan capres dan cawapres Koalisi Perubahan nantinya akan mempresentasikan perubahan dan perbaikan.
“Pasangan yang nanti bisa dihadirkan oleh koalisi perubahan ini adalah pasangan yang merepresentasi, saya ulangi pasangan yang benar-benar merepresentasi gerakan perubahan dan perbaikan, dan harus bisa membawa kans kemenangan yang paling besar, itu yang menjadi konsensus,” ujarnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis
Purbaya menyebut penerimaan bea keluar emas nyaris nol. Dari target Rp3 triliun 2026, realisasi hingga Semester I baru 0,03%.
Jadwal DAMRI Bandara YIA lengkap dengan rute ke Sleman, Kota Jogja, Gamping, Condongcatur, dan tarif Rp80.000.
Jadwal KA Bandara YIA Jogja hari ini lengkap reguler dan Xpress. Cek jam berangkat agar tak ketinggalan pesawat.
Jadwal lengkap KA Prameks Jogja–Kutoarjo dan berdasarkan data resmi KAI Access.
Jadwal KRL Solo-Jogja tersedia 12 perjalanan dengan tarif Rp8.000. Cek jadwal lengkap tiap stasiun.
Jadwal KRL Jogja-Solo Senin 10 Agustus 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jam keberangkatan, stasiun tujuan, dan tarif Rp8.000.