Bawaslu DIY Luncurkan Komunitas Digital Pengawas Pemilu

Triyo Handoko
Triyo Handoko Selasa, 14 Februari 2023 20:47 WIB
Bawaslu DIY Luncurkan Komunitas Digital Pengawas Pemilu

Peluncuran platform digital Jaring Awasi Pemilu yang diluncurkan Ketua Bawaslu DIY Sutrisnowati memukul gong pada Selasa (14/2/2023)./Harian Jogja-Triyo Handoko

Harianjogja.com, JOGJA—Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) DIY meluncurkan komunitas digital pengawas partisipatif pemilu pada Selasa (14/2/2023). Komunitas ini berbasis platform digital yang menjadi wadah untuk bertukar informasi, edukasi, hingga pencegahan hoaks seputar pemilu.

Platform digital ini dibikin langsung oleh Bawaslu RI dan digunakan di seluruh Indonesia, termasuk DIY. Bernama Jaring Awasi Pemilu, platform tersebut juga dapat digunakan sebagai kanal pengaduan pelanggaran pemilu.

Ketua Bawaslu DIY Sutrisnowati dalam sambutannya menjelaskan platform digital tersebut bagian dari inovasi pengawasan pemilu.

“Sepuluh tahun yang lalu kami pakai sms gateway untuk pengaduan pemilu, kini pakai platform digital. Kalau dulu SMS itu sering overload, kini sudah ditanggulangi dengan platform ini yang lebih ramah anak muda juga,” katanya, Selasa sore.

Sutrisnowati menjelaskan lewat platform digital ini masyarakat dapat lebih berpartisipasi dalam pengawasan pemilu. “Kanal partisipasi kami banyak dari platform ini, website aduan, hingga media sosial. Jadi masyarakat harus turut berkontribusi agar penyelenggaraan pemilu dapat lebih adil dan bermartabat sesuai aturan dan prinsip yang berlaku,” jelasnya.

Peluncuran platform digital tersebut juga menandai tepat satu tahun menjelang ajang pemilu yang diselenggarakan pada 13 Februari 2024. “Peluncuran ini juga menandai tepat setahun menjelang pemilu, agar masyarakat juga bersiap-siap dan turut berpartisipasi di pesta demokrasi ini,” ujarnya.

Ketua Bidang Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat Bawaslu DIY Mohammad Najib menyebut berbagai keunggulan platform digital ini. “Platform ini akan jadi medium memerangi hoaks, segala informasi yang benar akan disediakan di platform ini, informasi tidak benar juga akan diluruskan di platform ini,” ucapnya.

Najib menjelaskan platform ini juga dapat dijadikan medium diskusi antar penggunanya untuk bersama-sama meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pemilu. “Kami ingin membangun iklim diskusi yang sehat di platform ini yang tidak menyinggung sara, dan jadi media sirkulasi informasi yang sehat,” katanya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Budi Cahyana
Budi Cahyana Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online