Kapan Pengangkatan CPNS 2024 di Kulonprogo? Ini Jawabannya
Pengangkatan calon pegawai negeri sipil (CPNS) yang direkrut pada 2024 lalu di Kulonprogo dipastikan sebelum Juni nanti.
Bendera partai politik. /Solopos-Maulana Surya
Harianjogja.com, JOGJA—Partai politik memanfaatkan popularitas tokoh publik sebagai calon legislatif untuk mendongkrak perolehan suara mereka dalam Pemilu 2024.
Sejumlah tokoh publik itu berasal dari berbagai kalangan, mulai dari mantan bupati, istri mantan pejabat sementara (PJS), mantan kepala dinas, mantan kepala badan publik, tokoh ormas, hingga mantan lurah.
Seperti yang dilakukan PAN DIY yang memasang mantan Bupati Sleman Sri Purnomo jadi caleg untuk DPR RI; PKS DIY yang mencalonkan istri mantan PJS Bantul untuk bertarung merebutkan kursi DPRD, hingga Golkar DIY yang menaruh para mantan lurah untuk memenangkan kursi DPRD.
Kepala DPD PAN DIY Suharwanta merinci ada dua mantan lurah yang direkrutnya untuk memenangkan kursi DPRD di Bantul dan Kulonprogo, mantan pejabat Balai Besar Wilayah Sungai Opak Serayu untuk DPRD Kulonprogo, dan mantan Bupati Sleman Sri Purnomo untuk caleg DPR RI.
“Target perolehan kursi kami tingkatkan di Kulonprogo dan Sleman jadi delapan kursi yang sebelumnya enam kursi, strateginya dengan menggaet tokoh publik yang punya kredibilitas ini,” jelasnya, Kamis (4/5/2023).
BACA JUGA: Mantan Terpidana Boleh Jadi Caleg di Bantul, Ini Syaratnya
Suharwanta menyebut para caleg dari tokoh publik ini selain memiliki popularitas juga memiliki kredibilitas yang jelas, sehingga memiliki tingkat keterpilihan atau elektabilitas tinggi. “Imbasnya tentu suara partai akan tergenjot dan memang yang diharapkan seperti itu,” ujarnya.
Hal yang sama jadi dasar PKS untuk menggandeng para tokoh publik dalam Pemilu 2024 nanti. “Pengurus DPC yang kebanyakan menggandeng para tokoh publik tadi, tentu mereka sudah saling klik dengan visi dan nilai yang akan dijalankan bukan hanya sekedar untuk batu loncatan atau semacamnya,” kata Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu) PKS DIY, Ardianto pada Kamis siang.
Jumlah tokoh publik yang digandeng PKS, lanjut Ardianto, lebih sedikit dibanding kader dan pengurusnya. “Kalau dikalkulasi lebih banyak caleg dari internal sendiri, dari kader sampai pengurus PKS lebih mendominasi dari tokoh public,” ucapnya.
Selain itu pelibatan tokoh public, lanjut Ardianto, jadi bukti PKS terbuka terhadap semua pihak. “Keterbukaan ini tentu akan terus dipertahankan, agar aspirasi masyarakat yang dititipkan lewat PKS dapati diperjuangkan bersama,” katanya.
Golkar DIY dan Geridra DIY juga melibatkan para tokoh publik dalam Pemilu 2024 dengan memberikan ruang pencalegan. “Kami juga ada mantan lurah, mantan pejabat publik, dan tokoh ormas yang mencalonkan diri untuk DPRD Kabupaten/kota dan provinsi lewat Golkar,” jelas Ketua Bappilu Golkar DIY John Keban.
Daftar tokoh publik yang mencalonkan diri lewat Golkar DIY, lanjut John, belum bisa dibeberkan. “Nanti akan kami umumkan saat resmi pendaftaran calon ke KPU,” ujarnya.
Hal yang sama juga dilakukan Gerindra DIY. “Ada tokoh publik yang kami siapkan, tapi karena belum fiks jadi belum bisa disebutkan. Nanti pasti kami umumkan dan dipastikan tokoh publik yang kami tawarkan ini memiliki popularitas tinggi,” kata Ketua DPD Gerindra DIY Danang Wahyu Broto.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pengangkatan calon pegawai negeri sipil (CPNS) yang direkrut pada 2024 lalu di Kulonprogo dipastikan sebelum Juni nanti.
ISI Jogja membuka jalur Mandiri 2026 dengan kuota 552 mahasiswa. Kuota penerimaan masih berpeluang bertambah dari sisa SNBT.
Airlangga memastikan ekspor lewat PT Danantara Sumberdaya Indonesia berlaku untuk semua negara tanpa pengecualian.
Tak lolos SNBT 2026? Ini daftar 10 PTS terbaik di Jogja berakreditasi Unggul yang bisa jadi pilihan calon mahasiswa baru.
BGN mengungkap lima kasus penipuan jual-beli titik SPPG Program MBG. Kerugian korban mencapai ratusan juta rupiah.
Pemerintah menyiapkan stimulus ekonomi berupa diskon tiket transportasi, pajak ringan untuk penulis, hingga program magang nasional.