2.790 Relawan Sleman Kini Terlindungi BPJS Ketenagakerjaan
Sebanyak 2.790 relawan bencana Sleman kini terlindungi BPJS Ketenagakerjaan. Pemkab beri jaminan keselamatan dan perlindungan kerja.
Anggota DPR RI MY Esti Wijayati memberikan pesan pentingnya Pemilu yang damai di Joglo Cemoro, Minggu (17/9/2024). Ist
Harianjogja.com, SLEMAN—Pemilu 2024 harus menjadi pesta demokrasi rakyat yang menggembirakan dan menghindar konflik. Terlebih di era teknologi digital, konflik massa sangat berpotensi digiring ke konflik media sosial.
Upaya menghindari konflik antar pendukung dalam Pemilu Legislatif dan Pilpres, maka para Relawan Menangkan Ganjar Pranowo (Mega) menggelar Silaturahmi Bersama Menghadapi Pemilu 2024 di Joglo Cemoro, Minggu (17/9/2024).
BACA JUGA: Relawan MEGA Dideklarasikan untuk Menangkan Ganjar Pranowo
Kegiatan tersebut dibuka oleh Ketua Relawan Mega, Susanto dengan menghadirkan pembicara anggota DPR RI, MY Esti Wijayati, dan Wakil 'Tugiman' Centre, Sumarwan.
Menurut Sumarwan, konflik di media sosial memang harus diantisipasi dengan penguatan kemampuan relawan dalam memahami informasi dengan baik. Selain itu, para relawan juga diberi penguatan ideologi agar tidak mudah terkena hoax.
Dihadapan perwakilan dari sejumlah kelompok relawan Ganjar, Sumarwan mengingatkan untuk menjaga DIY tetap kondusif, meskipun Pemilu elektoral akan memancing konflik. Sebagai daerah istimewa, dengan potensi kaya kreasi, maka konflik massa di lapangan hendaknya dialihkan pada persaingan berkreasi antar pendukung.
Misalnya, dengan menyampaikan model-model kampanye yang bagus, kreatif dan kekinian. Sehingga yang paling kreatif dalam menyampaikan pesan, visi dan misi itulah yang menjadi pemenang dalam persaingan merebut simpanti massa.
BACA JUGA: Komunitas Pijar Hadirkan Ganjar Pranowo dan Megawati di Jogja
"Yogya punya keistimewaan, dimana menjadi sumber karya dan inovasi. Maka kampanye di Yogya, dalam upaya menangkan Ganjar Pranowo dalam Pilpres, hendaknya banyak dengan kreasi baru yang menarik. Menyesuaikan perkembangan kekinian," ujar Sumarwan yang juga diamini oleh Esti Wijayati.
Menurut Esti Wijayati, kehadiran negara sangat penting. Selain kebijakannya juga ketegasan aparat. Khususnya menghadapi konflik yang muncul.
Seiring dengan tidak ada kampanye terbuka dan upaya menghindari konflik, kegiatan positif dengan masyarakat di sejumlah titik penting untuk dilakukan. Misalnya, mengadakan senam bersama ibu-ibu di 14 titik.
"Mendukung Ganjar Pranowo, kita juga harus menghindari konflik diinternal sendiri sesama pendukung Capres. Lupakan dulu perbedaan pilihan Caleg untuk dukung Capres Ganjar Pranowo," ujar Esti Wijayati.
Dalam diskusi dengan relawan, muncul sejumlah pertanyaan terkait pengelolaan konflik di arena media sosial. Di mana muncul serangan yang menjatuhkan partai dan Capres.
Dalam diskusi tersebut muncul harapan dilakukan penguatan tentang pengelolaan media sosial. Tidak hanya sekadar mengenalkan gedget pada para relawan, tetap meningkatkan pemahaman ideologi. Sehingga dapat menghadapi framing kubu lainnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 2.790 relawan bencana Sleman kini terlindungi BPJS Ketenagakerjaan. Pemkab beri jaminan keselamatan dan perlindungan kerja.
Lima film horor Indonesia mendominasi box office 2026. Danur: The Last Chapter memimpin dengan 3,6 juta penonton, disusul Ghost In The Cell dan Alas Roban.
Dua pemuda asal Prambanan, Sleman, ditangkap polisi setelah video mereka mengacungkan celurit di jalan umum viral di media sosial. Motifnya untuk konten dan pen
Indonesia tercatat memiliki biaya naturalisasi tertinggi di Asia Tenggara mencapai Rp75,71 juta. Simak perbandingannya dengan Filipina, Thailand, Singapura, dan
MoonPay meluncurkan PayBox yang memungkinkan ChatGPT dan Claude membantu transaksi kripto, belanja online, hingga pemesanan tiket dengan sistem keamanan berlapi
Petani bawang merah lahan pasir di Bantul mulai panen raya. Namun harga jual anjlok hingga Rp15 ribu per kilogram akibat melimpahnya pasokan dari berbagai daera