DPRD Jogja Minta Anggaran 2027 Fokus Program untuk Masyarakat
DPRD Kota Jogja meminta anggaran 2027 memprioritaskan kebutuhan masyarakat di tengah penurunan dana transfer dari pemerintah pusat.
Ilustrasi Pemilu 2024./Antara
Harianjogja.com, KULONPROGO—Lurah Banyuroto, Sudalja dituding melanggar asas netralitas dalam Pemilu 2024 lantaran diduga mengenakan kaus bergambar salah satu parpol saat menghadiri acara jalan sehat. Untuk itu, Bawaslu Kulonprogo sudah melayangkan surat kepada Pj Bupati Kulonprogo.
Terkait dengan hal itu, Lurah Banyuroto, Sudalja menampik bahwa dirinya memakai kaos salah satu partai ketika acara jalan sehat. "Saya pakai kaus tetapi bukan kaus partai kok. Saya tidak tahu [kenapa dikaitkan dengan pemakaian kaus partai]," kata Sudalja, Jumat (8/12/2023).
Sebelumnya, Bawaslu Kulonprogo menerima laporan dugaan pelanggaran netralitas oleh salah satu lurah di Kapanewon Nanggulan. Atas pelanggaran tersebut, Bawaslu telah mengirim surat kepada Pj Bupati Kulonprogo.
Ketua Bawaslu Kulonprogo, Marwanto mengatakan ada salah satu lurah di Kapanewon Nanggulan yang diduga melanggar asas netralitas, yakni Lurah Banyuroto, Sudalja. "Yang bersangkutan terlibat pada saat event jalan sehat di salah satu lapangan di Nanggulan. Itu yang bersangkutan menggunakan atribut salah satu partai. Sudah kami klarifikasi juga, dia mengakui menggunakan atribut itu," kata Marwanto.
BACA JUGA: Ada Lurah Pakai Kaus Parpol saat Jalan Sehat, Bawaslu Kulonprogo Surati Pemkab
Atribut tersebut yaitu kaus bergambar salah satu partai politik peserta pemilu. Marwanto mengaku Bawaslu tidak dapat memutuskan tindakan yang perlu diambil atas kejadian yang terjadi sebelum masa kampanye tersebut.
Oleh sebab itu, pihaknya masih menunggu tanggapan Pj Bupati Kulonprogo atas surat yang telah dikirim Bawaslu. "Lurah dan perangkatnya kan harus netral," katanya.
Menurut informasi yang diterima Bawaslu Kulonprogo, Lurah Banyuroto memakai kaus karena atribut tersebut merupakan pemberian, selain itu cuaca juga panas. "Alasan yang bersangkutan ketika kami konfirmasi itu karena diberi dan cuaca panas. Tetapi kan itu bukan alasan untuk tidak netral. Kan sudah bisa diprediksi kalau di acara seperti itu," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD Kota Jogja meminta anggaran 2027 memprioritaskan kebutuhan masyarakat di tengah penurunan dana transfer dari pemerintah pusat.
PSS Sleman kalah 1-2 dari Borneo FC setelah Stefan Ashkovski mendapat kartu merah. Pieter Huistra menilai insiden itu mengubah dinamika pertandingan.
Kelurahan Cokrodiningratan mengajak 60 KK mengolah sampah organik lewat budi daya manggot yang menghasilkan 50–70 kg setiap dua minggu.
DPRD DIY menyempurnakan Raperda Penanggulangan Bencana sesuai masukan Kemendagri untuk memperkuat mitigasi dan kesiapsiagaan daerah.
Jogja Expo 2026 di JEC Bantul mencatat potensi perputaran ekonomi lebih dari Rp25 miliar dengan 121 tenant dan 5.382 peserta.
Jumlah pedagang di 32 pasar rakyat Sleman turun 297 orang. Disperindag menyebut faktor usia, kesehatan, regenerasi, dan tekanan ekonomi.