Gibran Perhatikan Kesehatan Warga Lansia dan Anak lewat KIS Lansia dan Kartu Anak Sehat

Media Digital
Media Digital Sabtu, 09 Desember 2023 07:07 WIB
Gibran Perhatikan Kesehatan Warga Lansia dan Anak lewat KIS Lansia dan Kartu Anak Sehat

Bakal calon wakil presiden dari Koalisi Indonesia Maju (KIM) Gibran Rakabuming Raka (kanan) bertemu dengan pendukungnya saat safari politik di Gondangwinangun, Ngadirejo, Temanggung, Jawa Tengah, Minggu (29/10/2023). Gibran melakukan safari politik pertamanya dengan mengunjungi kabupaten Boyolali, Magelang, Wonosobo dan Temanggung guna menemui dan mendengar aspirasi pendukungnya. Antara/Anis Efizudin

JAKARTA—Calon wakil presiden nomor urut dua, Gibran Rakabuming Raka memberi perhatian khusus kepada warga lansia dan anak-anak utamanya soal kemudahan mengakses layanan kesehatan.

Di bidang kesehatan, Gibran yang berpasangan dengan Prabowo Subianto sebagai calon presiden (capres), menyebut akan memberi kemudahan layanan kesehatan kepada warga lansia berupa Kartu Indonesia Sehat (KIS) Lansia dan Kartu Anak Sehat.

Dua program di sektor kesehatan ini telah sejak awal disampaikan Gibran saat deklarasi dirinya  sebagai cawapres bersama capres Prabowo Subianto.

“Mohon izin Pak Prabowo, saya akan membocorkan sedikit program unggulan. Sekarang sudah ada KIS, ada Kartu Indonesia Pintar, ada Program Keluarga Harapan (PKH), nanti saya tambahkan lagi KIS lansia," ungkapnya saat menggelar acara di Indonesia Arena, Senayan, Jakarta Rabu, (25/10/2023).

Saat itu, untuk menjelaskan Program Kartu Anak Sehat, Gibran memanggil istrinya, Selvi Ananda maju ke atas panggung membawa papan program yang telah direncanakan. Program ini dalam upaya mencegah stunting. “Ada satu lagi, tetapi ini yang bawa biar istri saya saja, soalnya ini berhubungan dengan ibu dan anak, Kartu Anak Sehat untuk pencegahan stunting,” katanya.

Penasihat Komite Independen Pemenangan (KIP) Prabowo-Gibran, Fandi Utomo menegaskan pasangan capres-cawapres nomor urut dua ini berkomitmen untuk meningkatkan akses pelayanan kesehatan memadai dan berkualitas.

BACA JUGA: Mafia Tanah Kas Desa: Jagabaya Caturtunggal Diduga Terima Suap dari Robinson 3 Kali, Nilainya Ratusan Juta

“Sebab ini semua sangat membantu peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM),” ujar Fandi Utomo dalam siaran pers belum lama ini. Menurut dia, kesehatan dan kesejahteraan menjadi kunci menuju kehidupan berkualitas sebagai fondasi Indonesia Emas 2045.

Ia menjelaskan program kerja Prabowo-Gibran seiring dengan pencegahan terjadinya stunting melalui program Gizi Seimbang dan Gerakan EMAS atau Emak-Emak dan Anak-Anak Minum Susu.

“Ada juga program memperbaiki kualitas gizi, air bersih dan sanitasi masyarakat dalam mengatasi ancaman stunting,” ucapnya.

Untuk mencapai kesehatan dan kesejahteraan, menurut Fandi Utomo, dibutuhkan personalisasi layanan kesehatan yang menyatukan ilmu kedokteran, teknologi digital, dan ilmu data.

“Pendekatan ini menempatkan pasien sebagai fokus utama, memungkinkan pengobatan dan perawatan disesuaikan dengan individu, serta memberikan manfaat bagi pasien, populasi, dokter, peneliti, dan sistem kesehatan,” katanya.

Dalam catatan visi misi Prabowo-Gibran, salah satu program yang menjadi prioritas adalah melanjutkan dan menambahkan program kartu-kartu  kesejahteraan sosial serta kartu usaha untuk menghilangkan kemiskinan absolut.

Catatan visi misi juga menyebut masih adanya kemiskinan absolut menunjukkan pembangunan ekonomi belum optimal dan belum merata, sehingga negara wajib memberikan perlindungan sosial untuk warga miskin.

Program-program seperti Kartu Indonesia Sehat (KIS), KIS Lansia, Kartu Indonesia Pintar, Kartu Sembako, Kartu Prakerja, MEKAR, dan Program Keluarga Harapan akan dilanjutkan dan menambahkan Kartu Anak Sehat. (***)

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Maya Herawati
Maya Herawati Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online