Hilirisasi Juga Akan Menyentuh Penyandang Difabel

Media Digital
Media Digital Selasa, 30 Januari 2024 16:17 WIB
Hilirisasi Juga Akan Menyentuh Penyandang Difabel

Calon wakil presiden nomor urut 2 Gibran Rakabuming Raka (kiri) mendengarkan pertanyaan petani saat dialog \"Gibran Mendengar\" di Slawi, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, Senin (29/1/2024). (Antara Foto/Oky Lukmansyah/aww)

JOGJA—Proses hilirisasi digital membutuhkan tangan anak muda. Calon wakil presiden (cawapres) Gibran Rakabuming Raka berupaya memenuhi kebutuhan tersebut dengan mengasah keterampilan generasi muda dari berbagai latar belakang, termasuk kelompok difabel di bidang teknologi.

“Hilirisasi digital memerlukan anak-anak muda yang ahli di bidang data scientist, AI researcher, video game designer, UX designer, robotic engineer, machine learning engineer, fintech, cyber security, dan lain-lain,” ujar Gibran dalam acara Suara Muda Indonesia untuk Prabowo-Gibran di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Sabtu (27/1/2024).

Gibran menyampaikan hilirisasi mampu membuka 19 juta lapangan pekerjaan untuk lima tahun ke depan. Pekerjaan tersebut terbuka untuk seluruh kalangan, baik generasi Z maupun penyandang difabel. “Manfaat hilirisasi juga akan dapat menciptakan lapangan kerja hingga 19 juta lapangan kerja dalam 5 tahun ke depan. Ini adalah peluang yang luar biasa khususnya untuk generasi milenial, generasi Z, kaum perempuan dan juga kawan-kawan disabilitas,” kata dia.

Baca Juga

Fokus Kadin DIY di 2024: Hilirisasi Industri hingga Penggunaan Produk dalam Negeri

Gibran Sebut Hilirisasi Digital, Begini Penjelasannya

Hilirisasi Digital Juga untuk Memperkuat Keamanan Siber

Tak hanya itu, bonus demografi Indonesia di 2030 juga perlu dimanfaatkan. Karena itu, Gibran mendorong setiap orang mengasah pengetahuan, keterampilan dan pengalaman di bidang teknologi.

“Surplus SDM dengan usia produktif seperti ini adalah berkah yang besar untuk bangsa kita yang disebut bonus demografi dengan puncak pada tahun 2030 dan selesai pada 2045. Hilirisasi akan berhasil jika kita sebagai manusia Indonesia mau terus mengasah skill atau kemampuan masa depan,” katanya.

Isu untuk penyandang difabel ini juga termuat dalam Asta Cita pasangan calon (paslon) nomor urut dua, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka. Pertama, poin 10 Asta Cita 1 yang berbunyi Memberikan jaminan pemenuhan hak dasar masyarakat bagi fakir miskin, anak terlantar, lansia, penyandang disabilitas, dan kelompok rentan lainnya. Kedua, poin 47 Asta Cita 4 yakni Mendorong pembangunan infrastruktur yang ramah bagi warga penyandang disabilitas, terutama untuk fasilitas-fasilitas umum. Ketiga, poin 48 Asta Cita 4, Memperluas program pendidikan formal maupun non-formal yang bersifat inklusif, aplikatif, dan humanis agar segenap potensi diri setiap individu penyandang disabilitas dapat dikembangkan. (***)

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Mediani Dyah Natalia
Mediani Dyah Natalia Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online