Gibran: Program Makan Siang adalah Investasi di Masa Depan

Media Digital
Media Digital Selasa, 30 Januari 2024 21:57 WIB
Gibran: Program Makan Siang adalah Investasi di Masa Depan

Gibran Rakabuming Raka, putra sulung Presiden Joko Widodo. /JIBI-M. Ferri Setiawan

JOGJA—Selain memiliki dampak ekonomi ganda, calon wakil presiden (cawapres) nomor urut dua, Gibran Rakabuming Raka menyampaikan program makan siang gratis adalah bentuk investasi Indonesia untuk generasi muda di masa depan.

Gibran mengatakan program makan siang gratis merupakan komitmen untuk mempersiapkan generasi muda yang unggul. Gibran juga meminta ibu-ibu yang hadir untuk mengawal program makan siang gratis.

“Ini program makan siang gratis ini, kita anggap sebagai investasi ke depan. Untuk menyiapkan generasi-generasi muda yang sehat, kuat, pintar-pintar," kata Gibran saat bertemu dengan relawan petani bawang di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah (Jateng), Senin (29/1/2024).

Baca Juga

Heboh! Gibran Mendadak Jadi Kasir di Solo Paragon Mall

Ribuan Orang Ikuti Kampanye Terbuka Prabowo-Gibran di Sleman

Heboh! Gibran Mendadak Jadi Kasir di Solo Paragon Mall

Dari tujuan tersebut, Gibran meminta anggaran makan siang gratis tak dianggap sebagai pengeluaran. Menurutnya, program tersebut dianggap sebagai investasi. "Itu nanti anggarannya, anggaran untuk makan siang gratis jangan dianggap sebagai pengeluaran, kita anggap sebagai investasi dan sebagai stimulan, kita pengen nanti ada warung-warung, warteg-warteg, katering-katering kecil yang mengerjakan program ini," sebutnya. "Jadi semuanya kecipratan. Gitu nggih," tambahnya.

Selain program makan siang gratis, dihadapan relawan di Brebes, Gibran juga berjanji melanjutkan program baik di era pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) seperti Program Keluarga Harapan (PKH), Kartu Indonesia Sehat (KIS) dan Kartu Indonesia Pintar (KIP). Apalagi ketiga program jarring pengaman sosial tersebut terbukti membantu rakyat. Setidaknya, ada 96,8 juta orang mendapatkan layanan BPJS Kesehatan gratis dan 236 juta orang mengakses layanan Kesehatan gratis pada 2022. Dari sisi pendidikan, KIS mampu mendukung 17,9 juta siswa, 2,2 juta siswa sekolah agama, 908.000 mahasiswa dan 67.800 mahasiswa agama. Untuk PKH, setidaknya 10 juta keluarga telah menerima manfaatnya.

Meski terbilang sukses, Gibran menyadari bukan berarti ketiga program tersebut taka da kendala. Karena itu, cawapres dua ini juga akan memperbaiki program sehingga lebih bermanfaat untuk masyarakat. "Kami ingin ada updating data base sehingga lebih tepat sasaran," paparnya. (***)

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Mediani Dyah Natalia
Mediani Dyah Natalia Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online